[adsense_aicp_iklan1]

Undana Dan Pemkab Nagekeo Perkuat Sinergi Bangun Sektor Pendidikan Tinggi

KETERANGAN FOTO- Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng (kanan) bersama Bupati Nagekeo Simplisius Donatus melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengaktifkan kembali Program Studi Teknik Kimia Industri pada Akademi Komunitas Negeri Teknologi Garam Nagekeo (AK Nagekeo), Nusa Tenggara Timur, Jumat
KETERANGAN FOTO- Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng (kanan) bersama Bupati Nagekeo Simplisius Donatus melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengaktifkan kembali Program Studi Teknik Kimia Industri pada Akademi Komunitas Negeri Teknologi Garam Nagekeo (AK Nagekeo), Nusa Tenggara Timur, Jumat

“Jika dibutuhkan intervensi dalam bentuk penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, kami siap mengarahkan seluruh sumber daya yang ada, mulai dari profesor, dosen, hingga mahasiswa melalui program KKN maupun skema penelitian,” kata Prof Jefri Bale.

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana)  bersama Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis potensi daerah, Jumat (13/3).

Bacaan Lainnya
[adsense_aicp_iklan4]

Komitmen lembaga perguruan tinggi Undana dengan Pemkab Nagekeo  ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengaktifkan kembali Program Studi Teknik Kimia Industri pada Akademi Komunitas Negeri Teknologi Garam Nagekeo (AK Nagekeo), Nusa Tenggara Timur.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng mengatakan Undana siap membantu penguatan kelembagaan dalam proses pengaktifan kembali program studi di Kampus Garam Nagekeo.

Menurutnya, kerja sama tersebut harus berjalan dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan bagi kedua pihak.

“Kami berharap kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bersama. Jangan sampai Bupati merasa hanya Undana yang mendapatkan keuntungan, tetapi kita sama-sama merasakan dampaknya,” kata Prof Jefri.

Ia menjelaskan, sebagai perguruan tinggi, Undana memiliki tanggung jawab menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, Undana siap memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui berbagai program akademik maupun riset.

“Jika dibutuhkan intervensi dalam bentuk penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, kami siap mengarahkan seluruh sumber daya yang ada, mulai dari profesor, dosen, hingga mahasiswa melalui program KKN maupun skema penelitian,” kata Prof Jefri Bale.

Prof Jefri juga menegaskan bahwa setelah penandatanganan MoU, langkah berikutnya adalah menyusun nota kesepakatan turunan atau MoA yang memuat program konkret yang akan dijalankan.

“MoU ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen seremonial. Harus ada aksi nyata yang dilakukan bersama pada tahun ini,” kata , Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale.

Ia menambahkan, pengaktifan kembali Program Studi Teknik Kimia Industri di Kampus Garam diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya dalam bidang pengolahan dan pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.

“Perguruan tinggi harus hadir untuk menjawab kebutuhan daerah. Melalui kerja sama ini, Undana berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi yang relevan dengan potensi daerah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kehadiran kembali program studi di Kampus Garam akan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Nagekeo untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerahnya.

“Bagi kami, ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi muda untuk masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Kami berharap melalui program ini akan lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing untuk Indonesia ke depan,” kata Bupati Simplisius Donatus

Masyarakat Nagekeo kata dia  menyambut antusias terhadap  rencana pengaktifan kembali program studi tersebut, karena lulusannya memiliki peluang besar untuk langsung terserap di sektor industri garam yang berkembang di daerah itu. (ade)

[adsense_aicp_iklan3]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *