“Di kampus, sering kali ada jarak antara pimpinan dan mahasiswa. Gap itu yang ingin saya hilangkan. Kita berdiskusi layaknya teman atau kakak dan adik, sehingga saya memperoleh gambaran nyata tentang tantangan yang mereka hadapi selama menempuh pendidikan di Undana,” ujar Prof. Jefri.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat silaturahmi dengan menyelenggarakan dialog bertajuk “Ngopi Bareng Rektor” bersama perwakilan BEM dan BLM Universitas di Paradox Cafe, Jumat (31/1/2026).
Kegiatan yang baru pertama kali dilembaga pergurn tinggi negeri di Kota Kupang ini menjadi pemandangan menarik dalam dinamika hubungan pimpinan universitas dan mahasiswa di Universitas Nusa Cendana (Undana).
Menanggalkan formalitas protokoler, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng seperti dilansir alaman Undana, kegiatan sesi dialog bertajuk “Ngopi Bareng Rektor” untuk menciptakan komunikasi yang lebih cair, setara, dan tanpa jarak antara pimpinan dengan mahasiswa.
Prof. Jefri mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi kafe bertujuan untuk menghilangkan kesan kaku yang sering kali menghambat penyampaian informasi dari mahasiswa ke pimpinan.
Ia mengatakan dengan suasana yang lebih informal, mahasiswa diharapkan mampu menyuarakan kondisi riil di lapangan secara jujur.
“Di kampus, sering kali ada jarak antara pimpinan dan mahasiswa. Gap itu yang ingin saya hilangkan. Kita berdiskusi layaknya teman atau kakak dan adik, sehingga saya memperoleh gambaran nyata tentang tantangan yang mereka hadapi selama menempuh pendidikan di Undana,” ujar Prof. Jefri.
Bahkan, Prof. Jefri secara terbuka meminta mahasiswa untuk tidak ragu melontarkan kritik pedas, baik terhadap kepemimpinannya maupun pimpinan di tingkat fakultas, sebagai bahan evaluasi demi perbaikan institusi.
Merespons keterbukaan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah isu krusial yang tengah menjadi perhatian di kalangan civitas akademika.
Beberapa poin utama yang dibahas meliputi Pertama akuntabilitas yakni transparansi program kerja dan pengelolaan anggaran universitas, kedua layanan Mahasiswa yakni Kualitas serta pemerataan fasilitas pendukung kemahasiswaan, ketiga etika dan Keamanan yakni komitmen kampus dalam menangani serta mencegah kekerasan di lingkungan akademik, keempat profesionalisme yaitu kualitas proses bimbingan akademik oleh dosen.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah adu argumen, tetapi juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman hidup. Cerita-cerita inspiratif dari Rektor mengenai dinamika kehidupan kampus memberikan perspektif baru bagi pengurus BEM dan BLM dalam menjalankan organisasi mereka.
Melalui forum dialog ini, Undana menegaskan komitmennya terhadap model kepemimpinan yang partisipatif dan terbuka. Kegiatan “Ngopi Bareng” ini direncanakan menjadi agenda rutin guna memastikan saluran komunikasi antara pimpinan dan mahasiswa tetap terjaga secara intensif dan berkualitas. (ben)





