Bank NTT Himpun Penyertaan Saham Rp114 miliar

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (keempat dari kiri) saat memberikan keterangan pers) Foto Humas Bank NTT.
banner 468x60

“Secara paralel kita terus mempersiapkan proses-proses untuk Bank NTT menjadi bank devisa. Tinggal menunggu satu semester lagi assesment tingkat kesehatan bank untuk menjadi hal yang esensial dalam proses persetujuan administrasi perijinan bank devisa,”tegas Dirut Alex.

Labuan Bajo, Mediasi NTT.Com – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2021 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2022 PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT), yang digelar di Labuan Bajo,Kamis (17/3) berlangsung sukses.

Read More
banner 300250

RUPS yag dihadiri langsung Gubernur NTT. Viktor Bungtilu Laiskodat berapwa para bupati dan wali kota sebagai pemegang saham dibuka pukul 10.00 Wita dan berakhir di pukul 12.00 Wita.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai Pemegang Saham Pengendali hadir dan memimpin secara langsung RUPS yang dihadiri sebagian besar pemegang saham seri A yakni para bupati dan walikota.

Sementara, ada beberapa kepala daerah yang mengikuti secara virtual.

Dalam konferensi pers seusai RUPS yang berlangsung di Lingko Meeting Room, Sudamala Resorts Labuan Bajo, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menjelaskan bahwa pihaknya memberi apresiasi kepada seluruh pemegang saham karena sampai hari ini, baru pertama dalam sejarah bagi Bank NTT dalam waktu yang sangat singkat di tahun 2022, telah terhimpun dana (penyertaan modal) kurang lebih Rp 110 miliar lebih dari 14 pemegang saham.

Pencapaian ini menurut Dirut Alex, memberikan satu optimisme yang kuat dimana program Bank NTT dengan adanya percepatan penyetoran modal tentu akan memberikan ruang gerak yang lebih memadai untuk fungsi intermediasi bank.

Termasuk BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit), pihaknya mulai menggenjot untuk upaya-upaya realisasi pinjaman daerah disetujui oleh Kemendagri sehingga apa yang diharapkan para pemegang saham agar mempercepat proses peminjaman daerah di Bank NTT bisa segera terealisir.

“Rekomendasi ini tentu dilandasi juga oleh pengamatan para pemegang saham terhadap pencapaian kinerja Bank NTT,” kata Dirut Alex.

Bank NTT demikian Alex berterimakasih kepada OJK NTT karena untuk periode semester II Tahun Buku 2021 Bank NTT kembali diberikan penilaian komposit tingkat kesehatan dua atau sehat, sehingga selama dua semester Bank NTT menyabet predikat sebagai bank sehat.

“Secara paralel kita terus mempersiapkan proses-proses untuk Bank NTT menjadi bank devisa. Tinggal menunggu satu semester lagi assesment tingkat kesehatan bank untuk menjadi hal yang esensial dalam proses persetujuan administrasi perijinan bank devisa,”tegas Dirut Alex.

Dia menegaskan, Bank NTT terus melakukan persiapan di bidang SDM, IT, SOP dan infrastruktur lainnya termasuk feasibility study, pendampingan oleh konsultan sudah dilakukan dan sementara berjalan untuk memastian dalam waktu 2023 proses menjadi bank devisa menjadi terwujud.

“Tentu kita butuh dukungan semua pihak agar apa yang menjadi harapan dan kebutuhan dalam proses intermediasi semua struktur ekonomi, semua kebutuhan klayanak di bidang devisa dapat kita sediakan dan dapat teratasi dengan baik. Tentu dengan asas komplain dan mampu memitigasi berbagai resiko yang berhadapan dengan aktivitas bank devisa. Kita juga bersyukur bahwa dengan peningkatan setoran modal ini dapat memberikan akselerasi bisnis dan proses bisnis yang memadai,” tambahnya lagi.

Pada kesempatan itu tidak hanya penyertaan modal inti saja yang meningkat melainkan Dirut Alex pun menyebut, hingga hari ke-76 di tahun 2022 (tanggal 17 Maret), laba Bank NTT tercatat mencapai Rp 100 M dan ini adalah pertumbuhan yang sangat luar biasa.

Baginya, pertumbuhan ini ditopang oleh perbaikan-perbaikan yang terus dilakukan oleh manajemen dan mulai membaiknya komitmen, militansi, daya jual dan daya tahan dari segenap komponen Bank NTT secara internal. Dia akui, kondisi ini terjadi juga karena mulai meningginya tingkat kepercayaan dari berbagai pihak eksternal baik masyarakat, pelaku ekonomi, mitra-mitra, yang terus berkontribusi nyata bagi terjalinnya sinergitas dan kolaborasi.

Saat memberikan pernyataan, Dirut Alex didampingi seluruh direksi yakni Direktur Teknologi, Informatika dan Operasional, Hilarius Minggu, Direktur Dana dan Treasury, Yohanis Landu Praing, Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh serta Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe . Hadir pula seluruh komisaris yakni Komisaris Utama, Juvenile Jodjana serta dua Komisaris Independen yakni Samuel Djoh Despasianus dan Frans Gana. (gige)

 

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.