[adsense_aicp_iklan1]

Undana Buka Kelas Khusus Pendidikan Bagi Anggota Polda NTT

FOTO/HO- HUMAS UNDANA - Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si. memimpin rapat koordinasi pembentukan kelas khusus daring dan skema pembiayaan pendidikan bagi anggota Polri di Ruang Rapat Rektor Undana, Kamis (23/4/2026).
FOTO/HO- HUMAS UNDANA - Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si. memimpin rapat koordinasi pembentukan kelas khusus daring dan skema pembiayaan pendidikan bagi anggota Polri di Ruang Rapat Rektor Undana, Kamis (23/4/2026).

 “Kelas khusus ini dirancang untuk menjaga kualitas lulusan. Penyesuaian hanya dilakukan pada aspek waktu dan metode agar relevan dengan tuntutan tugas anggota kepolisian di lapangan,” ujar Prof. Annytha.

MEDIASINTT.COM- Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memantapkan kerja sama strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan pembentukan kelas khusus daring dan skema pembiayaan pendidikan bagi anggota Polri.

Bacaan Lainnya
[adsense_aicp_iklan4]

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor Undana, Kamis (23/4/2026), Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menegaskan bahwa metode pembelajaran disesuaikan secara daring, standar akademik tetap setara dengan kelas reguler.

Fokus utama kolaborasi ini adalah penyediaan akses pendidikan tinggi yang fleksibel tanpa mengganggu tugas kedinasan, khususnya melalui Program Studi Hukum yang menjadi minat utama korps kepolisian.

“Kelas khusus ini dirancang untuk menjaga kualitas lulusan. Penyesuaian hanya dilakukan pada aspek waktu dan metode agar relevan dengan tuntutan tugas anggota kepolisian di lapangan,” ujar Prof. Annytha.

Selain kelas khusus, kedua pihak menjajaki skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui sistem ini, pengalaman kerja dan rekam jejak profesional anggota Polri dapat diakui sebagai satuan kredit semester (SKS), sehingga masa studi dapat ditempuh dalam waktu yang lebih singkat.

Menanggapi aspirasi mengenai biaya pendidikan, rapat tersebut membahas opsi keringanan biaya serta skema pembayaran yang adaptif. Salah satu alternatif yang disiapkan adalah kerja sama dengan pihak perbankan melalui sistem pemotongan gaji secara bertahap (autodebet).

Pamin Subbagrenmin RO SDM Polda NTT, Iptu Valentinus Gual, S.Sos., M.H., menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, kemudahan akses dan pembiayaan merupakan kunci utama dalam memotivasi anggota untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami menyambut baik langkah strategis ini. Peningkatan kualitas SDM adalah investasi jangka panjang bagi Polri untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional kepada masyarakat,” ungkap Iptu Valentinus.

Meski persiapan teknis terus digenjot, implementasi program ini diproyeksikan mulai berjalan optimal pada tahun ajaran mendatang, mengingat adanya proses perizinan administratif di tingkat kementerian. Sebagai langkah awal, Undana dan Polda NTT akan segera melakukan sosialisasi masif hingga ke tingkat Kepolisian Resor (Polres).

Kerja sama ini juga akan diperkuat dengan pembentukan Pusat Studi Kepolisian di Undana, yang tertuang dalam dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara lebih rinci. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan model pendidikan yang inklusif dan menjadi pionir pengembangan kompetensi aparat penegak hukum di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Universitas Nusa Cendana (Undana)  menetapkan empat mahasiswa terbaik dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas tahun 2026.

Dalam kompetisi yang dikuti delapan delegasi terbaik dari berbagai fakultas, mulai dari bidang ilmu sosial, kesehatan, hingga sains dan teknik berlangsung  pada, Rabu (22/4/2026), menetapkan Karin Sarceyani Bistolen dari Fakultas Hukum berhasil menempati  posisi pertama dengan nilai tertinggi.

Ajang tahunan ini diikuti oleh delapan delegasi terbaik dari berbagai fakultas, mulai dari bidang ilmu sosial, kesehatan, hingga sains dan teknik. Seleksi ini bertujuan menjaring representasi akademik Undana yang akan berlaga di tingkat wilayah maupun nasional.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc. menyerahkan  hadiah bagi mahasiswa terbaik dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas tahun 2026.

saat membuka kegiatan menyatakan bahwa Pilmapres merupakan salah satu kompetisi dengan kasta tertinggi di tingkat nasional. Menurutnya, para finalis bukan sekadar pengejar nilai akademik, melainkan individu terpilih yang memiliki potensi membawa perubahan melalui gagasan kreatif.

“Kalian yang hadir di sini adalah individu terpilih. Pilmapres memiliki level persaingan yang sangat ketat, dan apa yang kalian tunjukkan hari ini mencerminkan kualitas mahasiswa Undana yang siap bersaing di kancah nasional,” ujar Dr. Siprianus.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., saat membuka kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Universitas Tahun 2026

Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh tiga dewan juri melalui beberapa tahapan penilaian. Setiap peserta diwajibkan mempresentasikan gagasan unggulan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, disusul dengan sesi tanya jawab untuk menguji kedalaman berpikir kritis.

Dewan juri menerapkan skema penilaian komprehensif yang terdiri dari  Capaian Unggulan (Rekam Jejak Prestasi) yakni  35 persen,  Kualitas Gagasan Kreatif  35 persen, sedangkan  kemampuan Bahasa Inggris 30 persen (dinilai melalui video dan presentasi langsung).

Berdasarkan akumulasi nilai akhir, dewan juri menetapkan urutan empat besar yakni  Karin Sarceyani Bistolen (Fakultas Hukum) dengan nilai 51,73, urutan kedua  Natalia Saraswati Tosy Marini Ataupah (Fakultas Kesehatan Masyarakat) dengan nilai 43,64, sementara urutan ketiga ditempati  Yohanes Irvan Nofereno Jalorong (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dengan nilai 38,67 dan  Doroty Dei Ming (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dengan nilai 38,18 menempat urutan keempat.

Karin Sarceyani Bistolen, sebagai peraih skor tertinggi, menyatakan komitmennya untuk terus mematangkan persiapan. Ia menyadari bahwa tantangan di tingkat nasional akan jauh lebih berat, terutama dalam penyempurnaan gagasan kreatif dan penguatan komunikasi publik. (ben)

[adsense_aicp_iklan3]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *