“Masalah utamanya adalah kepemilikan akun siswa SNPMB. Banyak siswa terkendala jaringan internet saat fase aktivasi, sehingga mereka belum memiliki akun sebagai syarat administratif pendaftaran jalur prestasi ini,” jelas Prof. Paul
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) Provinsi nusa Tenggara Timur melakukan upaya “ jemput bola “ dengan melakukan komunikasi dengan berbagai lembaga pendidikan menengah di seluruh NTT untuk mengoptimalkan penyerapan kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 yang mencapai 2.000 kursi.
Wakil Rektor II Undana, Prof. Dr. Paul Gabriel Tamelan, M.Si., mengungkapkan bahwa evaluasi internal menunjukkan rendahnya angka pendaftar bukan disebabkan oleh minimnya minat siswa, melainkan adanya kendala teknis pada sistem prasyarat.
Dari total daya tampung Undana sebanyak 7.000 mahasiswa baru tahun ini, jalur SNBP dialokasikan sebesar 30 persen atau setara dengan lebih dari 2.000 kursi.
“Masalah utamanya adalah kepemilikan akun siswa SNPMB. Banyak siswa terkendala jaringan internet saat fase aktivasi, sehingga mereka belum memiliki akun sebagai syarat administratif pendaftaran jalur prestasi ini,” jelas Prof. Paul saat memimpin rapat di Ruang Rapat Wakil Rektor I Undana pada Sabtu (14/2).
Mengingat waktu pendaftaran yang hanya tersisa dua hari lagi, Prof. Paul menekankan pentingnya peran aktif program studi untuk memvalidasi data siswa di sekolah-sekolah mitra.
“Kita masih memiliki waktu untuk berjuang. Saya meminta para Koordinator Prodi segera berkoordinasi dengan sekolah, terutama untuk memastikan siswa yang sudah memiliki akun SNPMB sejak Desember atau Januari segera menuntaskan pendaftaran mereka sebelum sistem ditutup,” tegasnya.
Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah strategis guna mengoptimalkan penyerapan kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.
Melalui rapat koordinasi internal pimpinan universitas secara resmi menginstruksikan seluruh Koordinator Program Studi (Prodi) untuk melakukan aksi “jemput bola” dengan aktif menghubungi pihak sekolah di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah agresif ini diambil setelah data pemantauan hingga pertengahan Februari menunjukkan jumlah pendaftar yang menyelesaikan proses submit belum mencapai angka ideal. Dari total daya tampung Undana sebanyak 7.000 mahasiswa baru tahun ini, jalur SNBP dialokasikan sebesar 30 persen atau
Undana menetapkan target minimal keterisian sebesar 80 persen dari total kuota SNBP. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas sebaran mahasiswa dan mencegah penumpukan beban pendaftaran pada jalur seleksi berbasis tes nasional (SNBT) maupun jalur mandiri di masa mendatang.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh jajaran pimpinan lainnya, yakni Wakil Rektor I Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si. dan Wakil Rektor III Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc. Kehadiran jajaran pimpinan rektorat ini menegaskan komitmen kolektif Undana dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri berprestasi di NTT untuk mengenyam pendidikan tinggi secara transparan dan akuntabel.
Pihak universitas berharap sekolah, guru, dan orang tua dapat bersinergi dalam sisa waktu yang ada untuk mendorong para siswa memenuhi persyaratan administratif, sehingga kesempatan emas masuk perguruan tinggi tanpa tes ini tidak terbuang sia-sia. (Ben)





