Bupati Kupang Kagum Dengan Karya Petani Besmarak

Bupati Kupang, Korinus Masneno saat meresmikan sumur bos dibangun dengan dana desa di Desa Besmarak, Sabtu. (Foto/Prokompim Kabupaten Kupang).
banner 468x60

“Teruslah berkarya, bangkitkan semangat, lakukan perubahan, untuk peningkatan ekonomi menjadi lebih baik,” tandas Bupati Korinus.

Kupang, MediasiNTT.Com – Bupati Kupang, Korinus Masneno mengaku kagum dengan kreatifitas petani di Desa Besmarak yang mengembangkan teknologi irigasi tetes dalam mengembangkan usaha pertanian.

Read More
banner 300250

Hal itu diungkapkan Bupati Korinus Masneno saat berada di lokasi perkebunan milik Kobus Nenobesi, Sabtu (22/1/2022) yang menggunakan teknologi irigasi tetes dalam mendukung pengembangan usaha pertanian.

Menurut Bupati Korinus, teknologi irigasi tets merupakan metode irigasi yang menghemat air dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman.

Harga teknologi irigasi tetes tersebut sebesar Rp13 juta dengan jangka waktu pemakaian bisa lima tahun.

Bupati Korinus menginginkan agar masyarakat petani lainnya bisa memanfaatkan teknologi ini menggunakan dana desa.

Diakui Bupati Korinus bahwa keberhasilan sebuah pemerintahan, terletak pada keberhasilan sebuah desa.

“Teruslah berkarya, bangkitkan semangat, lakukan perubahan, untuk peningkatan ekonomi menjadi lebih baik,” tandas Bupati Korinus.

Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas mengajak semua yang hadir untuk mencintai pekerjaan maka dijamin akan meraih sukses.
Daniel Taimenas yang juga sebagai warga Nekamese sampaikan, bahwa pembangunan sarana air bersih ini memberikan banyak manfaat dan setiap rumah tangga akan dipasang meter,”katanya penuh sukacita”.

Kepala Desa Besmarak, Petrus Timate mengaku bangga atas tersedianya sarana air bersih, dengan diresmikan langsung oleh Bupati Kupang.

Kehadiran Bupati Kupang, dirasakan sebagai sebuah keberuntungan bagi warga desa untuk meresmikan pembangunan sumur bor menggunakan dana desa tahun anggaran 2020-2021 sebesar Rp300 juta.

Petrus menjelaskan bahwa lahan pertanian Desa Besmarak seluas 40 hektar dan baru dikelola oleh warga seluas 11 hektar.

Tanaman hortikultura dirasakan sangat membantu ekonomi para petani dengan pendapatan mencapai Rp100 juta hingga 500 juta dari tanaman hortikultura. (rio/ris)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.