Pemkot Gelar Peningkatan Kapasitas Iman Orang Muda Katolik

Kegiatan peningkatkan kapasitas iman orang muda Katolik (OMK) tingkat Kota Kupang tahun 2024. Prokompim_eman
Kegiatan peningkatkan kapasitas iman orang muda Katolik (OMK) tingkat Kota Kupang tahun 2024. Prokompim_eman
banner 468x60

“Peningkatan kualitas SDM kaum muda menjadi perhatian serius bahkan merupakan salah satu prioritas utama Pemkot Kupang. Diharapkan kegiatan peningkatan kapasitas ini bisa meningkatkan rasa solidaritas di antara sesama orang muda katolik sekaligus menguatkan kualitas iman orang muda katolik,”kata Ignasius Lega.

KUPANG MEDIASI NTT.COM – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Lega mewakili Penjabat Wali Kota Kupang membuka kegiatan peningkatkan kapasitas iman orang muda Katolik (OMK) tingkat Kota Kupang tahun 2024.

Read More
banner 300250

Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Kupang berlangsung selama dua hari mulai 7-8 Juni 2024 di Gereja St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Jumat (7/5).

Kegiatan diikuti oleh 100 peserta dari sembilan paroki di Wilayah Kota Kupang, dengan beberapa narasumber diantaranya, Romo Longginus Bone, yang merupakan koordinator orang muda Katolik Keuskupan Agung Kupang, dr. Mimi Mari, dan Abdi Keraf Dosen Psikologi Universitas Nusa Cendana.

Saat membawakan sambutan Wali Kota, Ignasius mengatakan, seperti pemuda pada umumnya, orang muda Katolik dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak lepas dari masalah. Permasalahan itu beraneka ragam mulai dari masalah pekerjaan, pergaulan, karir, cinta dan sebagainya. Dalam menghadapi masalah-masalah tersebut masing-masing orang dihadapkan dengan banyak pilihan sebagai jalan keluar.

Ignasius menjelaskan, fakta membuktikan masih banyak pemuda yang mencari solusi pintas dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut tanpa memperhatikan norma dan hukum yang berlaku. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit orang muda yang terjerumus dalam hal-hal negatif seperti narkoba, alkohol, seks bebas serta pelarian lainnya karena frustrasi.

“Masalah-masalah tersebut dapat menutup mata dan hati orang muda Katolik akan kehidupan yang benar, kehidupan sebagai seorang katolik yang sejati. berbagai masalah ini hanya dapat teratasi atas dasar inisiatif dari pribadi orang muda Katolik itu sendiri. Kesadaran itu muncul kalau mereka dididik, dibimbing diarahkan untuk menjadi garam dan terang di tengah-tengah dunia, ” jelasnya.

Dia melanjutkan, untuk itulah Pemkot Kupang menggagas kegiatan peningkatan kapasitas orang muda Katolik. Pemerintah Kota Kupang menyadari peran penting kaum muda dalam seluruh proses pembangunan di kota ini.

“Peningkatan kualitas SDM kaum muda menjadi perhatian serius bahkan merupakan salah satu prioritas utama Pemkot Kupang. Diharapkan kegiatan peningkatan kapasitas ini bisa meningkatkan rasa solidaritas di antara sesama orang muda katolik sekaligus menguatkan kualitas iman orang muda katolik,”kata Ignasius Lega.

Koordinator orang muda Katolik Keuskupan Agung Kupang, Romo Longginus Bone, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, yang menginisiasi kegiatan ini setiap tahunnya.

Ia tetap berharap agar kegiatan ini selalu diselenggarakan setiap tahun agar anak muda selalu diberikan pemahaman untuk selalu mencintai Tuhan, sesama, dan mencintai alam.

“Kali ini kita khusus berbicara supaya berbuah dan memiliki kesadaran ekologis, karena kadang terkesan sulit untuk mencintai lingkungan. Orang muda bukan lagi menjadi masa depan gereja tetapi masa kini gereja, kalau bukan orang muda siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi, dan perlu menjadi pribadi yang taku akan Tuhan dan baik dengan sesama,” jelasnya.

Romo Longginus Bone mengibaratkan orang muda tidak perlu berjuang menjadi matahari, cukup menjadi kunang-kunang asal bisa menerangi bagi oran-orang sekitar.

Menurutnya, saat ini, isu bunuh diri sangat tren di Kota Kupang, sehingga dalam acara ini juga menghadirkan pembicara yang secara khusus membawa materi terkait hal itu, dan bagaimana cara untuk mengatasi.

“Dari pengalaman pribadi, saya menangani beberapa kasus orang yang ingin mengakhiri hidup. Untuk mencegah hal itu harus berangkat dari keluarga, karena keluarga adalah gereja mini, hendaklah menanamkan nilai-nilai Kristiani dalam keluarga,” jelasnya.

Dia meminta agar para orang tua pun memberikan perhatian kepada anggota keluarga terutama pada anak-anak, jangan terlena dengan kesibukan, tetapi harus memberikan perhatian di dalam keluarga juga. (Ben)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *