[adsense_aicp_iklan1]

Karakteristik Masyarakat Lahan Kering NTT Jadi Pilar Utama Kurikulum Akademik FKIP Undana

FOTO/HO-HUMAS UNDANA - Para Mahasiswa Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) saat mengikuti kegiatan perkuliahan.
FOTO/HO-HUMAS UNDANA - Para Mahasiswa Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) saat mengikuti kegiatan perkuliahan.

“Kami mengombinasikan keilmuan dengan budaya lahan kering. Budaya itu diadopsi menjadi modul layanan yang bisa menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Paulin Nalle.

KUPANG, MEDIASINTT.COM –, Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengintegrasikan karakteristik masyarakat lahan kering Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai pilar utama dalam kurikulum dan riset akademiknya.

Bacaan Lainnya
[adsense_aicp_iklan4]

Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengukuhkan jati dirinya sebagai institusi pendidikan yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Berbeda dengan pendekatan konseling umum, Prodi BK Undana mengintegrasikan karakteristik masyarakat lahan kering Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai pilar utama dalam kurikulum dan riset akademiknya.

Terobosan ini menjadikan Undana sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki ciri khas konseling berbasis budaya masyarakat lahan kering. Pendekatan ini bertujuan membekali calon guru BK agar mampu memberikan layanan yang relevan dengan psikologi dan karakter sosial warga di wilayah NTT.

Koordinator Prodi BK FKIP Undana, Andriani Pauline Nalle, S.Psi, M.Ed (CPEP), menjelaskan bahwa nilai-nilai budaya seperti Gemohing dari masyarakat Lamaholot kini telah diadopsi ke dalam bentuk intervensi bimbingan konseling. Gemohing, yang merupakan tradisi gotong royong, ditransformasikan menjadi metode penyelesaian masalah secara kolaboratif di tengah masyarakat.

“Kami mengombinasikan keilmuan dengan budaya lahan kering. Budaya itu diadopsi menjadi modul layanan yang bisa menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Paulin Nalle.

Implementasi kurikulum berbasis lokal ini diperkuat melalui penelitian mahasiswa yang menggali filosofi budaya sebagai instrumen konseling. Ketua GKM Prodi BK Undana, Lolang Maria Masi, S.Pd,M.Pd, mengungkapkan beberapa riset unggulan mahasiswa, di antaranya pengangkatan nilai perjuangan tokoh Marilonga dari Kabupaten Ende. Nilai kepemimpinan dan kerja sama tokoh tersebut dikaitkan dengan teknik penyelesaian konflik dalam bimbingan konseling.

Selain itu, tradisi Hela Keta juga dikaji secara mendalam untuk dikombinasikan dengan konsep psikologi tentang sikap saling memaafkan.

“Kami tidak mengelola lahan fisik, tetapi menyentuh karakter manusia yang terbentuk di wilayah lahan kering. Bagaimana guru BK membimbing individu berdasarkan latar belakang budaya mereka, itulah penciri kami,” tegas Maria Masi.

Sejak dua tahun terakhir, pendekatan ini telah resmi masuk ke dalam kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa dibekali mata kuliah khusus “Penciri Budaya Lahan Kering”, seperti “Konseling Lintas Budaya”, yang menjadi penopang utama kompetensi lulusan.

Inovasi berbasis lokal ini membawa dampak signifikan terhadap reputasi institusi. Sejarah mencatat, Prodi BK menjadi program studi pertama yang meraih predikat Unggul di lingkungan FKIP Undana. Dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 500 orang dan rasio dosen yang ideal (1:40), prodi ini terus menjadi pilihan utama bagi calon pendidik di NTT dan skala nasional.

Eksistensi prodi ini juga menjadi jawaban atas kekurangan guru BK di berbagai daerah di NTT.

Paulin Nalle memastikan bahwa lulusan Undana memiliki kepercayaan diri tinggi saat kembali ke kampung halaman masing-masing. Mereka dinilai sangat adaptif dan mampu menerapkan ilmu konseling yang selaras dengan situasi sosial-budaya setempat.

Melalui sinergi antara riset, pengabdian masyarakat, dan kearifan lokal, Prodi BK Undana tidak hanya mencetak guru BK secara administratif, tetapi melahirkan agen perubahan yang mampu merawat kesehatan mental masyarakat melalui pendekatan yang memanusiakan budaya local. (ade)

 

[adsense_aicp_iklan3]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *