Politisi Perempuan Di DPRD Jangan Hanya Jadi “Vas Bunga”

Pembina Kaukus Perempuan Politik (KPP) Provinsi Bali Putri Suastini Koster saat membuka diklat Sekolah Perempuan Berdikari di Denpasar, Jumat (15/4/2022). (IST)
banner 468x60

“Saya berharap dengan hadirnya diklat sekolah ini akan lahir perempuan perempuan yang terisi pemikirannya, memiliki kapasitas, loyalitas dan integritas tinggi kepada bangsa dan negara,” kata Putri Koster .

Denpasar, MediasiNTT.Com – Pembina Kaukus Perempuan Politik (KPP) Provinsi Bali Putri Suastini Koster meminta kaum perempuan di Pulau Dewata tidak hanya menjadi “vas bunga” atau berperan sebagai penghias ketika menjadi anggota DPRD.

Read More
banner 300250

“Kaum perempuan yang terjun ke dunia politik dan masuk dalam parlemen agar dapat berkontribusi aktif,” kata Putri Koster saat membuka acara Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Perempuan Berdikari Angkatan I di Denpasar, Jumat.

Istri Gubernur Bali itu mendorong kaum perempuan yang duduk di lembaga legislatif agar dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam pengambilan keputusan.

“Saya berharap dengan hadirnya diklat sekolah ini akan lahir perempuan perempuan yang terisi pemikirannya, memiliki kapasitas, loyalitas dan integritas tinggi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Dengan adanya diklat Sekolah Perempuan Berdikari itu, diharapkan dapat memberi bekal kepada kader perempuan di daerah yang memiliki kemampuan, bakat untuk pengembangan wawasan dan keterampilan khusus.

“Ini sangat sejalan dengan konsep Trisakti yang diwariskan oleh Bapak Proklamator kita, Bapak Soekarno, bahwa sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat perlu dan mutlak memiliki tiga hal. berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Selain itu, Putri Koster berharap Sekolah Berdikari tersebut dapat meneladani sikap-sikap Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi di Nusantara.

“Peran perempuan juga sangatlah penting di tengah masyarakat dan terutama di dalam keluarga, karena perempuan atau seorang ibu merupakan benteng keluarga,” katanya.

Untuk itu, seorang ibu jangan sampai meninggalkan peran domestiknya (merawat anak, mengurus keluarga) meskipun ibu terjun ke dalam dunia politik ataupun bekerja.

“Ketika seorang ibu tidak hadir dengan kuat menjalankan fungsi domestiknya, maka bahaya akan mengancam generasi penerus kita seperti narkoba, pergaulan bebas dan keluarga bisa kehilangan kompas/arah,” ujar Putri Koster.

Sementara itu, Ketua Kaukus Perempuan Politik Provinsi Bali I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS menyampaikan diklat Sekolah Perempuan Berdikari tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran Sekolah Perempuan Berdikari pada 8 Maret 2022.

Acara pendidikan dan pelatihan Sekolah Perempuan Berdikari akan dilaksanakan dari 15-17 April 2022.

“Tujuan dari sekolah ini adalah membentuk kader-kader perempuan bagi pembangunan di daerah. Mewujudkan kesetaraan gender dalam bentuk aksi nyata serta beberapa tujuan lainnya,” katanya.

Peserta pelatihan sebanyak 50 orang dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Materi yang disampaikan dalam diklat sebanyak 13 materi dari narasumber yang profesional.

Diantaranya menghadirkan Helga Rif yang akan menyampaikan materi terkait belajar refleksi diri lewat penulisan, dan “public speaking” yang akan dibawakan oleh Dwi Verayanti, dan beberapa materi penting lainnya. (rIa)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.