“Peningkatan kesiapan siswa harus lebih terarah. Kami berharap TKA dapat menjadi tolok ukur akademik yang memotivasi siswa untuk belajar secara konsisten dan terorientasi pada pendidikan tinggi,” ujar Ambrosius.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menginstruksikan seluruh satuan pendidikan tingkat menengah untuk mengoptimalkan semester genap sebagai masa persiapan intensif menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Langkah ini diambil guna memacu angka kelulusan siswa asal NTT pada jenjang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui penguatan latihan soal dan simulasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Kepala Dinas P&K NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M menegaskan hal itu dalam agenda Evaluasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Sosialisasi SNBT 2026 bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) yang berlangsung secara daring, Jumat (1/4/2026).
Ambrosius menegaskan bahwa kesiapan siswa dalam menghadapi persaingan nasional tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional.
Dinas P Dan K NTT mendorong agar sekolah tidak lagi menjalankan kurikulum semester dua secara biasa, melainkan menjadikannya fase drill soal dan simulasi ujian yang terukur. Ambrosius juga mewacanakan agar hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) ke depan dapat diintegrasikan sebagai salah satu indikator kesiapan atau syarat masuk perguruan tinggi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
“Peningkatan kesiapan siswa harus lebih terarah. Kami berharap TKA dapat menjadi tolok ukur akademik yang memotivasi siswa untuk belajar secara konsisten dan terorientasi pada pendidikan tinggi,” ujar Ambrosius.
Selain aspek teknis ujian, peran kepala sekolah dan guru bimbingan konseling menjadi sorotan utama. Sekolah diminta aktif mendampingi siswa dalam memetakan pilihan program studi. Pendampingan ini mencakup pemahaman mendalam mengenai akreditasi jurusan, prospek karier, hingga relevansi program studi dengan kebutuhan pasar kerja di masa depan.
Ambrosius menilai, partisipasi siswa NTT dalam seleksi nasional masih memerlukan akselerasi yang signifikan. Oleh karena itu, sinergi antara guru dan siswa dalam memilih strategi pendaftaran menjadi kunci untuk menghindari penumpukan pendaftar pada program studi tertentu yang memiliki keketatan tinggi.
Melalui kebijakan penguatan di semester akhir ini, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan lonjakan jumlah siswa yang berhasil menembus PTN unggulan di seluruh Indonesia. Upaya ini merupakan respons cepat terhadap evaluasi jalur prestasi (SNBP) sebelumnya, sekaligus strategi besar untuk memperbaiki daya saing sumber daya manusia (SDM) asal NTT di kancah nasional.
Dinas P Dan K NTT berkomitmen untuk terus memantau perkembangan simulasi di tingkat sekolah guna memastikan setiap siswa memiliki kesiapan mental dan akademik yang matang sebelum hari pelaksanaan UTBK tiba. (ade)





