“Menwa adalah laboratorium kepemimpinan dan sekolah karakter. Kampus tidak hanya bertugas mencetak sarjana, tetapi juga calon pemimpin bangsa yang memiliki integritas dan jiwa kebangsaan yang kuat,” ujar Prof. Jefri.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng menyebutkan Resimen Mahasiswa (Menwa) adalah tempat laboratorium kepemimpinan dan sekolah karakter calon pemimpin.
Iklan Google AdSense
Demikian dikatakan Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dalam kegiatan Prosesi pelantikan Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadana Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bakti 2025–2028 yang berlangsung di Aula Rektorat Undana, Kamis (19/2).
Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi tuan rumah pelantikan Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadana Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bakti 2025–2028 yang telah menetapkan H. Fahmi Abdullahi, S.E., sebagai nakhoda baru organisasi bela negara tersebut.
Acara ini dihadiri langsung Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A., yang juga menjabat sebagai Komandan Konfederasi Nasional (Dankonas) Menwa Indonesia, serta Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng menegaskan bahwa Menwa adalah mitra strategis universitas dalam membentuk mahasiswa yang tangguh.
Menurut dia perguruan tinggi memegang tanggung jawab besar untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kedisiplinan.
“Menwa adalah laboratorium kepemimpinan dan sekolah karakter. Kampus tidak hanya bertugas mencetak sarjana, tetapi juga calon pemimpin bangsa yang memiliki integritas dan jiwa kebangsaan yang kuat,” ujar Prof. Jefri.
Sementra itu Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, menyoroti peran krusial Menwa dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah pedesaan. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu membawa pengetahuan dan jejaring mereka untuk mengakselerasi potensi desa.
“Pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Mahasiswa, termasuk anggota Menwa, harus hadir di tengah masyarakat untuk membawa pengalaman dan disiplin dalam membangun desa sesuai karakternya,” tegas Ahmad Riza.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan apresiasi atas peran Undana dalam membina generasi muda melalui wadah Menwa. Ia menilai anggota Menwa sebagai aset daerah yang terlatih dan memiliki semangat pengabdian tinggi untuk mendukung program pemerintah daerah.
“Mahasiswa Menwa adalah representasi generasi muda yang terpimpin dan siap berkontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia di NTT yang berdaya saing,” ungkap Gubernur NTT. (Ade)
Iklan Bersponsor Google






