“Perbaikan pendidikan tidak cukup diukur dari angka rata-rata saja. Pemerataan kualitas pendidikan antar kecamatan dan antar desa harus menjadi ukuran yang lebih penting,” kata Prof Jefri Bale
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale,meminta pemerintah Kabupaten Kupang untuk lebih fokus dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya percepatan pembangunan daerah itu.
“Berdasarkan analisis data dalam RPJMD, hanya sekitar 40 persen sekolah di daerah terpencil yang memiliki fasilitas pendidikan lengkap seperti perpustakaan dan laboratorium. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan belum merata di seluruh wilayah Kabupaten Kupang,” kata , Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale.
Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale menegaskan hal dalam diskusi publik bertajuk “Menuju Kabupaten Kupang Emas: Dari Visi ke Implementasi Nyata” yang digelar di Aula Elpida International Schools, Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Selasa (17/3/2026).
Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, memaparkan analisis kritis terhadap kondisi faktual Kabupaten Kupang berdasarkan data yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ia mengatkan secara umum perekonomian Kabupaten Kupang memang menunjukkan adanya pertumbuhan, kendati demikian pertumbuhan tersebut belum otomatis menghasilkan transformasi ekonomi maupun pemerataan pembangunan .
Pertumbuhan ekonomi daerah tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat apabila akses layanan dasar dan pembangunan wilayah masih timpang.
Dalam aspek sumber daya manusia, Undana menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi masalah serius di Kabupaten Kupang, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang tercantum dalam RPJMD, kondisi gizi balita di Kabupaten Kupang masih memprihatinkan.
Data tersebut menunjukkan angka masalah gizi balita mencapai 39,5 persen, dengan prevalensi stunting sebesar 30,4 persen, sementara kategori sangat pendek mencapai 9,1 persen.
Menurut , Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, stunting tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan kesehatan semata tetapi isu masa depan sumber daya manusia Kabupaten Kupang, sehingga harus menjadi agenda lintas sektor, bukan sekadar agenda dinas kesehatan.
Undana juga menyoroti ketimpangan di sektor pendidikan, khususnya di wilayah terpencil Kabupaten Kupang.
Berdasarkan analisis data dalam RPJMD, hanya sekitar 40 persen sekolah di daerah terpencil yang memiliki fasilitas pendidikan lengkap seperti perpustakaan dan laboratorium.
Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan belum merata di seluruh wilayah.
“Perbaikan pendidikan tidak cukup diukur dari angka rata-rata saja. Pemerataan kualitas pendidikan antar kecamatan dan antar desa harus menjadi ukuran yang lebih penting,” kata Prof Jefri Bale dalam acara yang turut dihadiri Asisten I Setda Kabupaten Kupang , Guntur Taopn dan Dr Pius Rengka selaku pengama. (ben)





