[adsense_aicp_iklan1]

Undana Dan Polda NTT Melaunching Pusat Studi Kepolisian

KETERANGAN FOTO/MEDIASINTT.COM/BEN - Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST,.M.Eng dengan Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen (Pol) Dr. Rudii Darmoko , S.I.K, M.Si secara resmi melaunching Pusat Studi Kepolisian di Kupang, Senin.
KETERANGAN FOTO/MEDIASINTT.COM/BEN - Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST,.M.Eng dengan Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen (Pol) Dr. Rudii Darmoko , S.I.K, M.Si secara resmi melaunching Pusat Studi Kepolisian di Kupang, Senin.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap transformasi birokrasi di tubuh Polri, khususnya di Polda NTT, berpijak pada data empiris dan teori hukum kontemporer yang relevan dengan karakteristik sosiologis masyarakat kita,” kata Prof  Jefri S. Bale .

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana bersama Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur secara resmi  melaouncing  lembaga Pusat Studi Kepolisian guna mewujudkan kebijakan operasional kepolisian dengan standar riset ilmiah tinggi.

Bacaan Lainnya
[adsense_aicp_iklan4]

Penandatangan kerjasama dilakukan Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang  Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST,.M.Eng dengan Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen (Pol)  Dr. Rudii Darmoko , S.I.K, M.Si di Kupang, Senin.

Rektor Undana mengatakan, Undana merasa terhormat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi Smart Policing di wilayah NTT, sehingga berkomitmen menjadi Center of Excellence yang menjembatani kebijakan operasional kepolisian dengan standar riset ilmiah tinggi.

Prof  Jefri S. Bale  menegaskan  sebagai mesin pemikir, Pusat Studi Kepolisian Undana tidak hanya akan memberikan saran kebijakan yang bersifat reaktif, namun akan berfokus pada penyediaan kajian akademis yang bersifat antisipatif dan solutif terhadap dinamika hukum di perbatasan dan wilayah kepulauan NTT.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap transformasi birokrasi di tubuh Polri, khususnya di Polda NTT, berpijak pada data empiris dan teori hukum kontemporer yang relevan dengan karakteristik sosiologis masyarakat kita,” kata Prof  Jefri S. Bale .

Ia mengatakan integrasi Tri Dharma dan Kapasitas SDM Mewujudkan Smart Policing Visi Smart Policing menuntut integrasi pilar-pilar akademik yang kokoh, sehingga melalui Pusat Studi ini, Undana akan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara spesifik meliputi aspek Pendidikan yakni membangun wahana pengasuhan berbasis moralitas dan literasi untuk mencetak petugas yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern,  aspek Penelitian yakni  mengembangkan riset kepolisian yang prediktif dan proaktif guna mengatasi gangguan keteraturan sosial, termasuk dalam dunia virtual.

Selain itu aspek pengabdian memastikan layanan publik Polri berjalan efektif dalam skema one stop service yang langsung berdampak pada masyarakat.

“Kita ingin menciptakan model pemolisian yang adaptif terhadap lingkungan serta mampu menjembatani situasi emergensi maupun kontijensi melalui penguatan filsafat ilmu pengetahuan dan etika public,” tegas Prof  Jefri S. Bale.

Dia mengatakan komitmen Sinergi Berkelanjutan Undana, melalui Fakultas Hukum dan LP2M, akan bertindak sebagai mitra garda terdepan dalam penyediaan analisis kebijakan hukum dan sosial, sehingga Undana  Undana  segera merealisasikan rencana kerja pasca-launching, mulai dari penyusunan draf kebijakan strategis hingga penyelenggaraan seminar riset.

“Sinergi ini akan diarahkan pada pengembangan laboratorium sosial bersama di mana para akademisi dan praktisi kepolisian dapat berkolaborasi melakukan hilirisasi riset. Hal ini penting agar hasil pengkajian di kampus dapat langsung diaplikasikan dalam strategi pengamanan wilayah, sehingga memberikan rasa aman yang nyata bagi seluruh warga NTT,” tegas Prof Jefri Bale.

Ia menambahkan kolaborasi ini sebagai investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas SDM melalui skema pelatihan bersertifikat dan pendidikan lanjutan bagi personel Polda NTT.

Dikatakannya memadukan keahlian lapangan Polri dan kepakaran akademis Undana akan membangun fondasi institusi yang tangguh dalam menghadapi tantangan penegakan hukum global di masa depan.

Rektor Jefri Bale mengatakan momentum penandatanganan PKS hari ini adalah bukti nyata bahwa sekat antara menara gading akademik dan institusi penegak hukum telah luruh demi kepentingan bangsa. Mari kita kawal bersama keberlanjutan Pusat Studi Kepolisian ini agar menjadi warisan intelektual yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

Sementara itu Kapolda NTT  Irjen (Pol)  Dr. Rudi Darmoko , S.I.K, M.Si mengatakan kerjasama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi antara institusi Kepolisian dengan dunia akademik dalam pengembangan ilmui pengetahuan, riset serta peningkatan kualitas SDM d bidang Kepolisian.

Menurut jenderal bintang dua ini kerjasama ini untuk memperkuat ekosistem riset, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat di bidang Kepolisian.

Ia mengatakan  melalui sinergi yang dibangun dengan  pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah , akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media akan mendorong transformasi Polri menuju institusi yang profesional , cerdas, bermoral dan modern.

Dia mengatakan  Pusat studi Kepolisian ini menjadi wadah untuk perkuliahan bagi anggota Polri, kegiatan diskusi ilmiah tentang isu-isu Kepolisian, melakukan riset yang berkaitan dengan Kepolisian dan praktek Kepolisian.

Irjen Rudi Darmoko optimis melalui pusat studi Kepolisian ini akan lahir kajian ilmiah sebagai referensi dalam menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat, sehingga bisa mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, tertib dan kondunsif di NTT. (ben)

[adsense_aicp_iklan3]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *