[adsense_aicp_iklan1]

Undana Masuk Dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Indonesia Timur

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S Bale, ST,.M.Eng, hadir didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S Bale, ST,.M.Eng, hadir didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

“Kampus harus berdampak. Karena itu, kami menyiapkan skema riset dan pengabdian berdampak melalui program ‘Guru Besar Berdampak’,” tegas Prof. Jefri.

KUPANG, MEDIASINTT.COM –  Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil bagian dalam pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Indonesia Timur (KPTIT) sebagai  manifestasi dari tanggung jawab moral akademisi terhadap persoalan riil di masyarakat.

Bacaan Lainnya
[adsense_aicp_iklan4]

Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Rektor Undana dalam agenda pertemuan strategis bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang diinisiasi oleh LLDIKTI Wilayah XV bertempat di Aula Utama Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek, Selasa (10/03).

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S Bale, ST,.M.Eng, hadir didampingi  Wakil Rektor Bidang Akademik serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

Kehadiran delegasi Undana ini memperkuat barisan konsorsium bersama perguruan tinggi lainnya di Nusa Tenggara Timur, yakni Universitas Timor (Unimor), Universitas Citra Bangsa (UCB), Politani Kupang dan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira).

Rektor Undana menyampaikan bahwa keterlibatan Undana dalam konsorsium ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab moral akademisi terhadap persoalan riil di masyarakat. Selain fokus pada isu kemiskinan dan stunting, Undana juga mengidentifikasi sejumlah isu strategis lain di wilayah NTT yang mendesak untuk diintervensi, seperti ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, reformasi birokrasi, energi, hingga lingkungan dan pengelolaan sampah.

“Kampus harus berdampak. Karena itu, kami menyiapkan skema riset dan pengabdian berdampak melalui program ‘Guru Besar Berdampak’,” tegas Prof. Jefri.

Sebagai langkah konkret, Undana telah menetapkan delapan wilayah fokus di mana tim akademisi akan turun langsung ke lapangan untuk memetakan masalah dan melakukan pendampingan kepada masyarakat.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng, dalam paparannya mengenai Pengantar KPTIT dan Nota Kesepakatan menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi wadah formal untuk menyatukan sumber daya antarperguruan tinggi. Nota kesepakatan tersebut menjadi landasan legal bagi setiap anggota konsorsium untuk saling menopang dalam program strategis nasional agar menciptakan dampak yang lebih luas.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan dari Universitas Brawijaya memaparkan kompilasi capaian Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) tahun 2025. Data tersebut menunjukkan tren positif dalam kolaborasi lintas institusi yang telah berjalan, sekaligus menjadi evaluasi bagi KPTIT untuk meningkatkan performa pada periode mendatang, terutama dalam pemenuhan indikator kinerja utama perguruan tinggi.

Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Berdampak “GENTASKIN” (Gerakan Tuntas Stunting dan Kemiskinan). Program yang dipaparkan oleh tim LLDIKTI XV ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menjalankan rutinitas akademik, tetapi menjadi agen perubahan yang membantu pemerintah daerah dalam pemutakhiran data serta edukasi pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi.

Bagi Undana, keterlibatan dalam GENTASKIN dan KPTIT secara keseluruhan diharapkan mampu mempertajam arah pengabdian masyarakat. Ke depan, perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium akan kembali berkoordinasi untuk mengeksekusi program bersama pada tahun 2026, khususnya dalam menangani kemiskinan ekstrem dan stunting di kawasan Indonesia Timur melalui solusi terintegrasi yang lahir dari rahim perguruan tinggi. (Ade)

[adsense_aicp_iklan3]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *