“Kami tidak ingin sekadar membuka prodi baru, tetapi kami ingin membangun pusat pendidikan kesehatan yang bermutu. Dukungan fasilitas yang memadai adalah harga mati untuk menjaga keselamatan pasien di masa depan melalui tangan-tangan lulusan kami,” tambah Prof. Annytha
KUPANG, MEDIASINTT.COM- Universitas Nusa Cendana (Undana) segera membuka empat program studi baru yakni S1 Kedokteran Gigi, S1 Keperawatan, Pendidikan Profesi Apoteker, dan Pendidikan Profesi Notaris.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I R Detha, M.Si. ketik ditemui wartawan di Kupang, Jumat, menegaskan bahwa Undana telah mengajukan pembukaan empat program studi baru itu ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Ia mengatakan keempat prodi yang diusulkan tersebut adalah S1 Kedokteran Gigi, S1 Keperawatan, Pendidikan Profesi Apoteker, dan Pendidikan Profesi Notaris.
Pembukaan prodi kedokteran gigi dan keperawatan tidak semudah membuka prodi di bidang sosial atau humaniora, karena membutuhkan investasi besar pada infrastruktur laboratorium dan peralatan medis yang sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran.
“Prodi Kedokteran Gigi dan Keperawatan memerlukan fasilitas dengan standar yang sangat ketat. Saat ini, tim kami sedang bekerja keras memastikan seluruh instrumen, mulai dari ruang praktik hingga ketersediaan tenaga pengajar spesialis, memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah dan konsil kedokteran,” ujar Prof. Annytha,di sela-sela kegiatan penandatanganan MoU Undana dan YKPAI di Harper Hotel.
Ia menambahkan fokus utama universitas saat ini adalah memenuhi standar fasilitas yang sangat ketat, terutama untuk program studi Kedokteran Gigi dan Keperawatan, guna menjamin kualitas lulusan medis di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengajuan prodi Kedokteran Gigi menjadi perhatian khusus mengingat rasio dokter gigi terhadap jumlah penduduk di NTT masih jauh dari ideal. Dengan adanya prodi ini di bawah payung Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH), Undana berharap dapat mencetak putra-putri daerah menjadi dokter gigi yang siap mengabdi di puskesmas-puskesmas terpencil.
Selain sarana fisik, Undana juga telah menyiapkan dokumen kurikulum yang adaptif terhadap karakteristik penyakit masyarakat di wilayah kepulauan.
Hal ini dilakukan agar lulusan nantinya memiliki ketangguhan klinis yang relevan dengan kondisi lapangan di NTT.
Proses pengajuan ini kini memasuki tahap verifikasi dokumen dan lapangan oleh tim asesor Ditjen Dikti. Pihak universitas berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan berdasarkan catatan yang diberikan oleh kementerian selama masa peninjauan.
“Kami tidak ingin sekadar membuka prodi baru, tetapi kami ingin membangun pusat pendidikan kesehatan yang bermutu. Dukungan fasilitas yang memadai adalah harga mati untuk menjaga keselamatan pasien di masa depan melalui tangan-tangan lulusan kami,” tambah Prof. Annytha optimis.
Jika usulan ini disetujui, kehadiran empat prodi baru ini akan mempertegas posisi Undana sebagai institusi rujukan utama pendidikan tinggi di NTT sekaligus memperkuat sistem pertahanan kesehatan daerah melalui ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten. (Ben)





