“Program TJSL Pertamina Patra Niaga tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui pembinaan yang terstruktur dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kami mendorong lahirnya kelompok-kelompok mandiri yang mampu mengelola potensi lokal secara produktif. Harapannya, program seperti Kampung SABU dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” kata Ahad Rahed.
KUPANG, MEDIASINT.COM – Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Tenau telah menetapkan Kelurahan Nunbaunsabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai tempat percontohan pengelolaan sampah bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wali Kota Kupang Christian Widodo, Bupati Kupang Yosef Lede, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT Viktorinus Manek serta Integrated Terminal Manager Tenau Pertamina Patra Niaga, Muhammad Imam Syafii melakukaan kunjungan kerja ke Kelurahan Nunbaunsabu untuk melihat secara langsung aktifitas warga dalam pengelolaan sampah bernilaai ekonomis, pada Jumat (27/2/2026).
Pemerintah NTT mendukung semangat kolaborasi dilakukan Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Tenau dalam mendorong solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berdampak nyata secara sosial maupun ekonomi.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan lingkungan dan sosial di daerah.
“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah fondasi utama dalam menghadapi persoalan lingkungan. Pengelolaan sampah yang dilakukan secara tepat tidak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Melkiades.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorinus Manek, menyampaikan apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan desa melalui program TJSL berkelanjutan.
“Program Kampung SABU menjadi contoh nyata kolaborasi yang produktif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Inisiatif seperti ini tidak hanya memperkuat ekonomi warga, tetapi juga membangun budaya lingkungan bersih yang berkelanjutan di tingkat komunitas,” ungkap Viktorinus.
Sementara itu, Ahad Rahedi selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menegaskan bahwa program CSR perusahaan dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
“Program TJSL Pertamina Patra Niaga tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui pembinaan yang terstruktur dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kami mendorong lahirnya kelompok-kelompok mandiri yang mampu mengelola potensi lokal secara produktif. Harapannya, program seperti Kampung SABU dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” kata Ahad Rahed.
Integrated Terminal Tenau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat. Kehadiran Gubernur dan jajaran pemerintah daerah diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas program pemberdayaan serta memperluas dampak positif bagi masyarakat.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tenau guna mewujudkan masyarakat yang berdaya, lingkungan yang bersih, dan pembangunan berkelanjutan di Kota Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kunjungan dilakuikan Gubernur NTT bersama Bupati Kupang serta Wali Kota Kupang ini adalah dalam rangka mendukung pengembangan Program One Village One Product (OVOP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Peninjauan sekaligus penyerahan bantuan Program OVOP kepada Kelompok Depo Sampah Harapan NBS yang telah terpilih sebagai perwakilan Kelurahan Nunbaun Sabu. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, yang dirancang untuk mendorong sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan warga.

Pemerintah daerah memberikan dukungan dan fasilitasi terhadap pengembangan produk unggulan masyarakat, termasuk penguatan kelembagaan dan bantuan sarana pendukung.
Melalui Program Kampung SABU, masyarakat tidak hanya didorong untuk memilah dan mengelola sampah secara mandiri, tetapi juga memperoleh penguatan kapasitas kelembagaan dan akses ekonomi sirkular. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada aspek lingkungan dan pemberdayaan komunitas. (Ben)





