“Kami terus mendorong kegiatan ini agar mahasiswa memiliki kompetensi internasional di bidang keguruan. Setelah menyelesaikan studi, mereka diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dengan wawasan pendidikan yang lebih luas,” ujar Prof. Jefri Bale.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Sebanyak 12 orang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi “duta” program SEA-Teacher angkatan ke-11 tahun 2026 ke Filipina sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan rekognisi internasional calon tenaga pendidik asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Bale, S.T., M.Eng saat melepas keberangkatan 12 mahasiswa ke Filipina, Senin (23/2) menegaskan program SEA-Teacher merupakan agenda strategis universitas untuk mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.
Menurutnya, keterlibatan aktif dalam pertukaran mahasiswa di level Asia Tenggara akan memberikan dampak signifikan bagi pengembangan pendidikan tinggi di NTT.
Pelepasan delegasi mahasiswa tersebut dilakukan secara resmi di Ruang Rapat Wakil Rektor Bidang Akademik . Para mahasiswa pilihan ini akan ditempatkan di tiga universitas mitra ternama di Filipina, yakni Don Mariano Marcos Memorial State University, Saint Louis College, dan Panpacific University.
“Kami terus mendorong kegiatan ini agar mahasiswa memiliki kompetensi internasional di bidang keguruan. Setelah menyelesaikan studi, mereka diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dengan wawasan pendidikan yang lebih luas,” ujar Prof. Jefri Bale.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si yang ikut hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi peningkatan jumlah peserta tahun ini.
Ia menilai penambahan kuota delegasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kepercayaan universitas mitra internasional terhadap kualitas mahasiswa Undana yang semakin meningkat.
Keberangkatan mahasiswa ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara International Relation Office (IRO) Undana dengan universitas tujuan di Filipina. Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Undana, Dr. Damianus D. Samo, M.Pd., menjelaskan bahwa proses koordinasi dilakukan secara mendalam untuk memastikan program praktik mengajar berjalan efektif sesuai standar kurikulum kedua negara.
Selama menjalani program di Filipina, para mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mempraktikkan keterampilan mengajar di kelas, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan identitas NTT di kancah internasional.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk menimba pengalaman baru. Kami berharap sekembalinya nanti, para mahasiswa dapat membagikan ilmu dan pengalaman internasional mereka kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya di kampus,” tambah Prof. Annytha.
Melalui partisipasi rutin dalam konsorsium SEA-Teacher, Undana berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi mahasiswa dalam meraih pengalaman lintas negara, sekaligus memastikan kualitas lulusan FKIP Undana siap bersaing sebagai guru profesional di era global. (ben)





