“Pesan saya bagi alumni carilah tempat yang tepat. Jangan membatasi potensi saudara di sudut-sudut kenyamanan. Beradalah di tengah pusat perubahan, di tengah komunitas yang menantang, di tempat di mana keahlian saudara bisa memberikan dampak maksimal,” kata Prof Jefri Bale
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johanis Asadoma, M.Hum menjadi salah satu dari mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang yang turut diwisuda bersama 1.038 orang wisudawan pada Kamis (26/2/2026).
Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng memimpin langsung upacara Wisuda Doktor, Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma Periode Pertama Tahun 2026 yang berlangsung di Grha Cendana, Kupang yang turut dihadiri ribuan orang tua para wisudawan.
Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng dalam kesempatan itu menggunakan metafora unik dari papan catur, yakni bidak kuda (the knight), untuk menggambarkan bagaimana seharusnya seorang lulusan perguruan tinggi bersikap di dunia nyata.
Menurut Prof Jefri Bale bidak kuda adalah simbol dari kemampuan melampaui kebuntuan dan berbeda dengan bidak lainnya yang bergerak lurus, kuda memiliki pola langkah khas yang memungkinkannya melompati hambatan.
“Kuda mengajarkan kita tentang inovasi dan keunikan cara berpikir yang out of the box. Ia tidak bergerak secara linear atau lurus-lurus saja,” ujar Prof Jefri Bale.
Ia mendorong para alumni Undana untuk tidak terjebak dalam pola pikir konvensional saat menghadapi tantangan di masyarakat dan pentingnya strategi penempatan diri bagi para lulusan baru.
Prof Jefri Bale berharap para alumni tidak membatasi potensi mereka dengan memilih jalan yang terlalu aman atau nyaman.
“Pesan saya bagi alumni carilah tempat yang tepat. Jangan membatasi potensi saudara di sudut-sudut kenyamanan. Beradalah di tengah pusat perubahan, di tengah komunitas yang menantang, di tempat di mana keahlian saudara bisa memberikan dampak maksimal,” kata Prof Jefri Bale dihadapan ribuan peserta wisuda dari berbagai Fakultas di Undana.
Ia menambahkan penempatan diri yang salah hanya akan menjadi belenggu yang menghambat pergerakan dan kontribusi para lulusan bagi kemajuan bangsa. (Ade)





