Iklan Google AdSense

Bupati Kupang Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Jembatan Menuju Amfoang

Bupati Kupang, Yosef Lede dalam pembukaan Musrenbangcam dan Peringatan 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kupang bertempat di Sekolah Lapangan Nekamese, Jumat (20/2-2026).
Bupati Kupang, Yosef Lede dalam pembukaan Musrenbangcam dan Peringatan 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kupang bertempat di Sekolah Lapangan Nekamese, Jumat (20/2-2026).

“Kami sudah usulkan kepada pemerintah pusat untuk mendapat dukungan anggaran pembangunan Jalan jembatan mulai dari Pariti sampai Amfoang untuk mendapat Inpres dan Banpres,” kata Bupati Kupang, Yosef Lede

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Bupati Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yosef Lede telah meminta bantuan pemerintah pusat melalui bantuan presiden (Banpres) maupun Inpres untuk membangun jalan dan jembatan  mulai dari Pariti menuju Amfoang guna membuka isolasi wilayah menuju kawsan perbatasan dengan Timor Leste.

Bacaan Lainnya

Iklan Google AdSense

“Kami sudah usulkan kepada pemerintah pusat untuk mendapat dukungan anggaran pembangunan Jalan jembatan mulai dari Pariti sampai Amfoang untuk mendapat Inpres dan Banpres,” kata Bupati Kupang, Yosef Lede dalam pembukaan Musrenbangcam dan Peringatan 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kupang bertempat di Sekolah Lapangan Nekamese,  Jumat (20/2-2026).

Dalam kesempatan itu Yosef Lede didampingi Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki  membeberkan berbagai keberhasilan dalam setahun memimpin Kabupaten Kupang.

Ia menyebutkan  Kabupaten Kupang menjadi satu-satunya daerah di NTT yang mendapatkan anggaran pembangunan Sekolah Rakyat sebesar Rp 238 Miliar, dan kemungkinan tahun ini Kembali mendapatkan dukungan pembangunan sekolah terintegrasi .

Selan itu kata di a Kabupaten Kupang juga mendapatkan dukungan bantuan SPPG 3T sebanyak 70an dan diharapkan akan membangkitkan ekonomi dan kehidupan masyarakat yang lebih baik khususnya dipedesaaan.

Khusus Oelamasi akan menjadi ibu kota yang baik, tertata dan Sejahtera, untuk mewujudkan hal itu telah diusulkan  anggaran kepada pemerintah pusat, karena saat ini  Kabupaten Kupang merupakan daerah yang belum mempunya ibu kota yang tertata.

“Walau fiskal lemah, usulan tetap diusulkan sehingga kita bisa berupaya dan berjuang untuk mendapatkan anggaran, baik lewat APBD II, APBD  I dan hingga ke Tingkat Pusat bahkan kepada bapak Presiden. Kita membangun sesuai dengan prioritas,” tegas Yosef Lede.

Dia mengatakan keberhasilan Pembangunan merupakan hasil kolaborasi semua pemangku kepentingan, karena itu harus pastikan Musrenbang kali ini menghasilkan Perencanaan yang berkualitas, implementatif dan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.

Momentum ini kata dia  menjadi refleksi kepemimpinan, meski bukan waktu yang penjang namun cukup untuk meletakkan fondasi dan memperkuat arah kebijakan dan konsolidasi arah Pemerintahan menuju Visi mewujudkan Kabupaten Kupang Emas.

Ditambahkannya bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang membukatikan bahwa kerja yang dilakukan  sudah berada pada jalur yang tepat, sehingga  dukungan pembangunan dari Pemerintah pusat  terus dilakukan meliputi infrastruktur, sektor Pendidikan dan Kesehatan bagi terwujudnya keadilan social bagi seluruh masyarakat.

“Hal inilah yang  membuat semakin memperkuat langkah Pembangunan Daerah meski menghadapi tantangan keterbatasan fiskal, kondisi geografis hingga  dinamika  sosial menjadi tantangan membuat kita lebih kuat, lebih dewasa dan lebih solid dalam melayani masyarakat,” kata Yosef Lede.

Dia menyampaikan  terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kupang yang telah memberikan dukungan baik saran, kritikan, masukan, dana dan tenaga, termasuk para tokoh agama serta berbagai elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam pembanguinan daerah ini.

Bupati Yosef tambahkan kebijakan Nasional terhadap Efisiensi tidak boleh membuat kita putus asa, meski ini jadi beban yang harus diperjuangkan dan berdampak luar biasa. Apalagi daerah ini mengalami  kekurangan anggaran ratusan miliar untuk belanja pegawai (P3K) yang sekarang dibebankan kepada APBD membuat  pemerintah harus berjuang, memikulnya dan bersama-sama berkerja.

“Saya mau bertemu dan menyampaikan kepada Kementerian Keuangan. Kita tidak boleh pesimistis, dan apa yang menjadi beban, kita perjuangan secara baik agar bisa diatasi dan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat” tegas Bupati Yosef Lede.

Menurut politis prti Gereindra ini  untuk bayar gaji juga masih mengalami kekuarangan pada APBD tahun 2026, sehingga  harus berkoordinasi dengan berbagai Kementerian Pusat untuk bisa mendapatkan solusi, sehingga bisa  memberikan hasil yang berdampak.  (Ade)

Iklan Bersponsor Google

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *