Iklan Google AdSense

Gubernur Dan Wagub NTT Minta Kritik Tajam Terhadap Satu Tahun Kepemimpinanya

KETERANGAN FOTO/MEDIASINTT.COM/ADE - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena membuka Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang mengukur capaian satu tahun kinerjanya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, Jumat (20/2).
KETERANGAN FOTO/MEDIASINTT.COM/ADE - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena membuka Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang mengukur capaian satu tahun kinerjanya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, Jumat (20/2).

“Apabila  ada yang kurang tepat, sampaikan secara terbuk dalam forum ini. Bukan kritik semata ini adalah umpan balik berharga agar kita tahu di mana letak kekurangan kita selama satu tahun saya bersama pak Wagub memimpin daerah ini,” kata Melki.

KUPANG, MEDIASINTT.COM –  Gubernur  Nusa Tenggara Timur, Melkiades  Laka Lena kritik tajam, bahkan yang paling pedas sekalipun sebagai koreksi dalam kepemimpinya selama satu tahun bersama Wakil Gubernur NTT Jhony sadoma  untuk dijadikan bahan evaluasi pemerintahan di masa mendatang.

Bacaan Lainnya

Iklan Google AdSense

Melkiades Laka Lena mengatakan hal itu saat membuka Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang mengukur capaian satu tahun kinerjanya bersama Wakil Gubernur Johni, Jumat (20/2).

Gubernur Melki  minta para akademisi, aktivis, hingga tokoh masyarakat yang hadir dalam diskusi ini untuk memberikan kritik  secara terbuka untuk dijadikan bahan evaluasi pemerintahan di masa mendatang.

Diskusi public yang turut dihadiri Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma  serta berbagai pihak  ini mengambil tema “Survei Kepuasan Masyarakat terhadap 1 Tahun Kinerja Melki–Johni sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT”.

Melki menyatakan forum itu bukan ajang seremonial melainkan ruang refleksi kritis agar kebijakan dan implementasinya benar-benar berpihak pada rakyat di provinsi berbasis kepulauan ini.

Ia mengatakan  selama kritik yang dilakukan berbasis data dan fakta  sangat dibutuhkan untuk memperbaiki pelayanan public yang dilakukan pemerintah NTT.

Menurut dia pemerintah tidak alergi terhadap masukan  termasuk yang mungkin membuatnya tidak nyaman.

“Apabila  ada yang kurang tepat, sampaikan secara terbuk dalam forum ini. Bukan kritik semata ini adalah umpan balik berharga agar kita tahu di mana letak kekurangan kita selama satu tahun saya bersama pak Wagub memimpin daerah ini,” kata Melki.

Ia juga meminta peserta diskusi untuk menyampaikan pandangan mereka tanpa takut atau ragu.

Menurutnya, keterbukaan semacam itu justru memperkuat legitimasi pemerintahan.

Melki menjelaskan, selama setahun terakhir, pemerintahan Melki–Johni telah berupaya memperbaiki banyak sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, hingga infrastruktur.

Sekalipun demikian kata dia hasil belum sepenuhnya tuntas dan masih banyak hal yang perlu diperbaiki, sehingga masukan dari berbagai pihak sangtlah dibutuhkan .

Dia menambahkan data yang disampaikan Pemerintah Provinsi  NTT mengacu pada lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS), bukan sekadar data internal instansi pemerintah.

“Data yang kita gunakan adalah data valid dari BPS. Jadi kritik yang dibangun dari sana akan jauh lebih objektif,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih banyak turun ke lapangan, memahami realitas masyarakat di tingkat komunitas yang paling dekat.

“Kita harus mendengar langsung suara rakyat. Kritik tajam yang disampaikan di forum seperti ini akan kami tindaklanjuti bersama ASN di lapangan,” ujar Melki.  (Ade)

Iklan Bersponsor Google

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *