“Dengan resminya angkatan ke-7 ini, saya berharap kalian terus memperbarui diri terkait isu-isu lingkungan. Pergunakan ilmu yang sudah dipelajari selama Pra-Dikjut dan Dikjut dengan sebaik-baiknya di tengah masyarakat. Ini bukan akhir, melainkan awal mula kalian berjuang untuk alam dan sesama,” ujar Jems.
KUPANG, MEDIASINTT.COM– Ketua Umum Mapala Undana, Jems Ananda Salomo Baun mengatakan anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Nusa Cendana (MAPALA Undana) agar terus memperbarui diri terhadap isu-isu lingkungan.
Iklan Google AdSense
Hal itu dikatakan Ketua Umum Mapala Undana, Jems Ananda Salomo Baun dalam acara pengukuhan 19 anggota penuh Mapala Undana angkatan ke-7 yang diberi nama “Jejak Purnama”“ pelantikan sakral bertema “Ditempa Alam, Membentuk Jiwa dan Harapan” ini berlangsung penuh khidmat di Sekretariat MAPALA Undana, Sabtu (14/2/2026).
“Dengan resminya angkatan ke-7 ini, saya berharap kalian terus memperbarui diri terkait isu-isu lingkungan. Pergunakan ilmu yang sudah dipelajari selama Pra-Dikjut dan Dikjut dengan sebaik-baiknya di tengah masyarakat. Ini bukan akhir, melainkan awal mula kalian berjuang untuk alam dan sesama,” ujar Jems.
Prosesi ini menandai keberhasilan para anggota muda melewati masa orientasi dan pengabdian selama enam bulan yang sangat ketat, mencakup penguasaan divisi Search and Rescue (SAR), Rimba, Rock Climbing, hingga Diving.
Perubahan status dari anggota muda menjadi anggota penuh dianggap sebagai fase paling sakral. Hal ini disebabkan oleh perjalanan panjang yang menuntut ketahanan fisik serta kedewasaan mental. Sebelum dilantik, para anggota harus melewati dua tahap krusial, yakni Pra-Pendidikan Lanjutan (Pra-Dikjut) dan Pendidikan Lanjutan (Dikjut).
“Menjadi anggota penuh Mapala Undana bukan sekadar kebanggaan menggunakan syal merah. Ada tanggung jawab besar untuk menjaga dan melestarikan alam. Standar kelulusan kami buat sangat ketat karena mereka disiapkan untuk menjadi pelopor di medan yang sesungguhnya,” tegas Jeanet Marselina Kiubana, Koordinator Divisi Pendidikan dan Latihan.
Upacara pelantikan ditandai dengan prosesi pelepasan syal hijau oleh Sekretaris Mapala Undana, Servince Ola, yang kemudian digantikan dengan penyematan syal merah oleh Pembina Mapala Undana, Rifka Liling Palingi, M.Si., bersama Ketua Umum, Jems Ananda Salomo Baun. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Nomor Pokok Anggota (NPA) sebagai tanda keabsahan status hukum anggota.
Pembina Mapala Undana, Rifka Liling Palingi, mengapresiasi transformasi signifikan para peserta. Mahasiswa yang awalnya cenderung menutup diri, kini tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dengan kemampuan komunikasi publik dan pemahaman teknis divisi yang mendalam.
Lebih dari sekadar organisasi kampus, Mapala Undana dipersiapkan untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Anggota penuh baru ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam aksi konservasi lingkungan, misi kemanusiaan, hingga pemberdayaan masyarakat di wilayah NTT yang rentan terhadap isu lingkungan.
Setelah resmi menyandang status anggota penuh, Angkatan Jejak Purnama akan segera mengemban amanah sebagai panitia Musyawarah Besar (Mubes) untuk membentuk badan pengurus periode 2026/2027.
Regenerasi ini memastikan Mapala Undana tetap menjadi organisasi yang hidup, relevan, dan terus bergerak maju dalam menjaga kelestarian alam Flobamora. (Ben)
Iklan Bersponsor Google






