Iklan Google AdSense

Undana Komitmen Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

setelah Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran Resimen Mahasiswa (Menwa) dan para mahasiswa Undana turun gunung dalam aksi “Gerakan Tanam Padi Serentak” se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipusatkan di Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Senin (16/2/2026).
setelah Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran Resimen Mahasiswa (Menwa) dan para mahasiswa Undana turun gunung dalam aksi “Gerakan Tanam Padi Serentak” se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipusatkan di Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Senin (16/2/2026).

“Pangan adalah soal hidup matinya suatu bangsa. Undana hadir di tengah sawah hari ini untuk memastikan bahwa semangat swasembada pangan tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi gerakan yang melibatkan seluruh elemen, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujar Prof. Jefri

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana)  menyatakan komitmennya mendukung penuh program kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat swasembada  pangan nasional.

Bacaan Lainnya

Iklan Google AdSense

Komitmen itu ditunjukan setelah  Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran Resimen Mahasiswa (Menwa) dan  para mahasiswa Undana turun gunung dalam aksi “Gerakan Tanam Padi Serentak” se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipusatkan di Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Senin (16/2/2026).

Kegiatan kolaboratif ini dihadiri  Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, Bupati Kupang, Yosef Lede  serta jajaran pimpinan daerah dan perwakilan Kementerian Pertanian RI sebagai langkah strategis memperkuat swasembada pangan berkelanjutan.

Kehadiran mahasiswa Undana dalam kegiatan ini bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat.

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan bahwa sektor pertanian adalah fondasi kemandirian bangsa yang harus didukung oleh inovasi dari kalangan akademisi.

“Pangan adalah soal hidup matinya suatu bangsa. Undana hadir di tengah sawah hari ini untuk memastikan bahwa semangat swasembada pangan tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi gerakan yang melibatkan seluruh elemen, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujar Prof. Jefri di sela-sela penanaman padi.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memberikan apresiasi atas keterlibatan dunia pendidikan dalam gerakan ini.

Ia memaparkan capaian signifikan NTT yang meraih Pin Penghargaan Swasembada Pangan Nasional dari Kementan RI setelah produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai hampir 1 juta ton pada 2025.

“Petani adalah pahlawan kita. Dengan peningkatan produksi sebesar 36,81% dari tahun sebelumnya, kita optimis target 1,18 juta ton GKG di tahun 2026 dapat tercapai melalui kerja kolaboratif antara pemerintah, petani, dan akademisi,” ungkap Gubernur Melki.

Selain fokus pada padi, Wakil Gubernur Johni Asadoma turut mendorong penguatan komoditas lokal lain seperti sorgum dan jagung sebagai substitusi beras yang efektif di lahan kering NTT. Di sisi lain, Bupati Kupang Yosef Lede menekankan pentingnya mekanisasi pertanian melalui sistem “brigade alsintan” guna meningkatkan efisiensi produksi pangan di Kabupaten Kupang yang ditargetkan mencapai 100.000 ton tahun ini.

Keterlibatan aktif Undana dalam Gerakan Tanam Padi Serentak ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus menjadi jembatan transfer teknologi dari kampus ke kelompok tani di pedesaan. Dengan sinergi yang kuat, Undana optimis NTT mampu menjadi lumbung pangan yang mandiri dan berdaya saing.

Bupati Kupang Yosef Lede dalam kesempatan itu  mengatakan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kupang merasa terhormat dan mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Provinsi NTT yang telah mempercayai Kabupaten Kupang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan straregis nasional tersebut.

Ia mengatakan kehormatan yang diterima tersebut akan menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kupang untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih kolaboratif dalam membangun sektor pertanian di Kabupaten Kupang.

“Arah kebijakan pembangunan pertanian Kabupaten Kupang diselaraskan dengan kebijakan nasional serta program pembangunan pemerintah provinsi NTT, jadi kita suara pada satu tujuan besar yaitu mewujudkan daerah yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional yang adalah pondasi kedaulatan bangsa”, ujar Yosef Lede.(Ben)

Iklan Bersponsor Google

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *