Iklan Google AdSense

Pemkab Kupang Target Swasembada Pangan Capai 100.000 Ton

Bupati Kupang, Yosef Lede dalam acara “Gerakan Tanam Padi Serentak” se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipusatkan di Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Senin (16/2/2026).
Bupati Kupang, Yosef Lede dalam acara “Gerakan Tanam Padi Serentak” se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipusatkan di Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Senin (16/2/2026).

“Arah kebijakan pembangunan pertanian Kabupaten Kupang diselaraskan dengan kebijakan nasional serta program pembangunan pemerintah provinsi NTT, jadi kita suara pada satu tujuan besar yaitu mewujudkan daerah yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional yang adalah pondasi kedaulatan bangsa”, ujar Yosef Lede.

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Bupati Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur , Yosef Lede menargetkan Kabupaten Kupang mencapai swasembada pangan dengan target 100.000 ton lebih produksi gabah kering pada 2026.

Bacaan Lainnya

Iklan Google AdSense

Bupati Kupang, Yosef Lede mengatakan hal itu dalam acara “Gerakan Tanam Padi Serentak” se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipusatkan di Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Senin (16/2/2026).

Ia mengatakan Kabupaten Kupang tidak saja swasembada tetapi juga mendukung swasembada Kota Kupang dan Kabupaten TTS.

“Kita masih banyak kekurangan dan keterbatasan, dukungan dari pemerintah provinsi NTT dan pemerintah pusat tentu sangat kami harapkan”, jelas Yosef Lede.

Bupati Kupang Yosef Lede  mengatakan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kupang merasa terhormat dan mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Provinsi NTT yang telah mempercayai Kabupaten Kupang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan straregis nasional tersebut.

Ia mengatakan kehormatan yang diterima tersebut akan menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kupang untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih kolaboratif dalam membangun sektor pertanian di Kabupaten Kupang.

“Arah kebijakan pembangunan pertanian Kabupaten Kupang diselaraskan dengan kebijakan nasional serta program pembangunan pemerintah provinsi NTT, jadi kita suara pada satu tujuan besar yaitu mewujudkan daerah yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional yang adalah pondasi kedaulatan bangsa”, ujar Yosef Lede.

Sementara itu Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memberikan apresiasi atas keterlibatan dunia pendidikan dalam gerakan ini.

Ia memaparkan capaian signifikan NTT yang meraih Pin Penghargaan Swasembada Pangan Nasional dari Kementan RI setelah produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai hampir 1 juta ton pada 2025.

“Petani adalah pahlawan kita. Dengan peningkatan produksi sebesar 36,81% dari tahun sebelumnya, kita optimis target 1,18 juta ton GKG di tahun 2026 dapat tercapai melalui kerja kolaboratif antara pemerintah, petani, dan akademisi,” ungkap Gubernur Melki dalam acara yang turut dihadiri Rektior Undana Prof Jefri Bale serta para mahasiswa Undana serta Wakil Gubernur TT Jhoni Asadoma.

Selain fokus pada padi, Wakil Gubernur Johni Asadoma turut mendorong penguatan komoditas lokal lain seperti sorgum dan jagung sebagai substitusi beras yang efektif di lahan kering NTT. Di sisi lain, Bupati Kupang Yosef Lede menekankan pentingnya mekanisasi pertanian melalui sistem “brigade alsintan” guna meningkatkan efisiensi produksi pangan di Kabupaten Kupang yang ditargetkan mencapai 100.000 ton tahun ini. (Ben)

Iklan Bersponsor Google

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *