“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peluang ICM ini. Ini adalah instrumen penting untuk memperkuat kapasitas individu sekaligus meningkatkan relasi internasional Undana di mata dunia,” ungkap Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (WR IV), Prof. Dr. drh. Annytha I R Detha, M.Si.
Iklan Google AdSense
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya untuk melangkah menuju perguruan tinggi kelas dunia (World-Class) dengan mempersiapkan tenaga kependidikan mengikuti pendidikan di berbagai universitas ternama di Eropa.
Sabagai upaya persiapan menuju lembaga perguruan tinggi World-Class dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah dilakukan sosialisasi dalam pertemuan luring yang menghadirkan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Destriani Nugroho, sebagai narasumber utama pada Kamis (12/2/2026).
Melalui program Erasmus+ International Credit Mobility (ICM), membuka akses bagi mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan untuk mengikuti pendidikan di Univeristas yang ada di Eropa.
Terwujudnya program ini merupakan hasil terobosan dilakukan Rektor Undana pada tahun 2023 di Belanda. Kini, dengan kepemilikan kode identitas resmi Uni Eropa—nomor PIC: 879020209 dan OID: E10421791—Undana telah memenuhi syarat mutlak untuk menjalin kerja sama formal dengan institusi pendidikan di 33 negara anggota Erasmus+.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peluang ICM ini. Ini adalah instrumen penting untuk memperkuat kapasitas individu sekaligus meningkatkan relasi internasional Undana di mata dunia,” ungkap Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (WR IV), Prof. Dr. drh. Annytha I R Detha, M.Si.
Program Erasmus+ ICM menawarkan dukungan finansial yang sangat menarik bagi sivitas akademika Undana diantaranya dapat mengikuti studi atau magang selama 2 hingga 12 bulan dengan beasiswa sebesar EUR 800–900 per bulan, ditambah tunjangan perjalanan dan bantuan khusus bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
Sementara untuk Dosen dan Staf diberikan erkesempatan mengajar atau mengikuti pelatihan selama 5 hari hingga 2 bulan dengan dukungan dana harian sebesar EUR 140–180.
Selin itu untuk bisa menembus pendidikan ini dengan syarat utama bagi para mahasiswa adalah minimal telah duduk di semester 3 dan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diakui oleh universitas tujuan.
Kepala IRO Undana menyatakan akan segera menyelenggarakan workshop intensif dan klinik penulisan Motivation Letter untuk mendampingi calon pendaftar dalam melengkapi berkas sebelum batas waktu pendaftaran ditutup pada 19 Februari 2026.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa Undana tidak hanya bermimpi, tapi benar-benar siap secara kualitas untuk lolos seleksi. Setelah lulus nanti, mereka akan membawa pulang keterampilan dan jaringan global, bukan sekadar ijazah,” tegas pihak IRO Undana.
Melalui kemitraan Erasmus+ ini, Undana mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan yang inklusif dan progresif di wilayah timur Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk meraih prestasi di kancah global. (ben)
Iklan Bersponsor Google






