“Kendala dan tantangan yang dihadapi agar dikoordinasikan secara baik melalui forum ini sehingga harapan dan optimisme terhadap pembentukan FPRB sebagai mitra strategis penanggulangan bencana berbasis komunitas dapat terealisasi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Pemerintah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur telah membentuk 38 desa dan kelurahan yang tersebar di empat kecamatan sebagai daerah tangguh bencana.
Iklan Google AdSense
Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam ketika membuka Rapat Koordinasi Internal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang Bersama OPD dan mitra terkait Tahun 2026, di aula kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Kamis.
Mateldius Sanam mengatakan, penyelenggaraan penanggulangan bencana selain merupakan tugas dan fungsi pemerintah, namun secara sosial juga harus dapat dimaknai sebagai panggilan kemanusiaan bagi semua.
Mateldius Sanam menegaskan strategi penanggulangan bencana berbasis komunitas yang salah satunya melalui pembentukan FPRB menjadi salah satu strategis dalam penanganganan bencana.
“Pemerintah telah membentuk 38 desa dan kelurahan tangguh bencana di 4 kecamatan, dengan difasilitasi langsung oleh BNPB dalam penanggulangan bencana,” kata Mateldius Sanam.
Mateldius Sanam melanjutkan, FPRB diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal dalam pengurangan resiko bencana sehingga indeks resiko bencana di Kabupaten Kupang dapat ditekan.
Untuk itu melalui kegiatan tersebut Mateldius Sanam berharap, ada keaktifan dari masing – masing mitra pentahelix di Kabupaten Kupang untuk bersama mengevaluasi tindak lanjut penanganan kebencanaan di Kabupaten Kupang.
“Kendala dan tantangan yang dihadapi agar dikoordinasikan secara baik melalui forum ini sehingga harapan dan optimisme terhadap pembentukan FPRB sebagai mitra strategis penanggulangan bencana berbasis komunitas dapat terealisasi. Saya yakin bahwa dengan semangat pengeurangan resiko dan penanggulangan bencana akan menghasilkan pemikiran – pemikiran dan masukan yang baik dalam rapat koordinasi ini sehingga penurunan terhadap resiko dan dampak bencana dapat terealisasi”, ujar Mateldius Sanam.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten 1 Sekda Kabupaten Kupang, Guntur Subu Taopan, Kepala BPBD Kabupaten Kupang, Nofliato Amtiran, Ketua FPRB Kabupaten Kupang, Elvrid Saneh, serta Perwakilan OPD dan LSM – LSM. (Adi)
Iklan Bersponsor Google






