“Peluang – peluang ini harus dimanfaatkan oleh masyrakat. Kami juga meminta para Pendeta untuk mendukung kami, terus motivasi jemaat untuk menanam. Jangan biarkan sejengkal tanah dibiarkan tidak ditanami,” kata Yosef Lede.
KUPANG, MEDIASINTT.COM- Bupati Kupang, Yosef Lede berharap Sidang Klasis Fatuleu Timur ke-XIV menghasilkan program – program pelayanan selain untuk meningkatkan iman jemaat, juga membantu Pemerintah Kabuapaten Kupang dalam mempercepat gerak laju pembangunan, demi peningkatan kesejahteraan.
Harapan itu diungkapkan Bupati Yosef Lede saat pembukaan Sidang Klasis Fatuleu Timur ke-XIV Tahun 2026, di Gereja GMIT Betel Nunasi, Desa Tanini, Kecamatan Takari, Minggu.
Kegiatan yang turut dihadiri Ketua Sinode GMIT, Pendeta Semuel Pandie, Minggu (18/1), diawali kebaktian minggu di gedung Gereja GMIT Betel Nunasi, dan dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Gereja Betel Nunasi, oleh Bupati Kupang, Ketua Sinode GMIT.
Yosef Lede mengatakan, kehadiran Pemerintah dan Gereja ditengah – tengah masyarakat dengan kolaborasi yang baik, harus membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Kupang sudah ada MoU dengan GMIT dalam hal kolaborasi program pembangunan di Kabupaten Kupang dan program pelayanan GMIT di wilayah Kabupaten Kupang karena tujuan program pembangunan dan program pelayanan Gereja itu satu yaitu peningkatan derajat kehidupan masyarakat yang didalamnya ada jemaat – jemaat. Karena itu Pemerintah Kabupaten Kupang membuka ruang luasnya bagi sinergitas program antar Pemerintah Kabupaten Kupang dan Klasis – klasis yang ada di Kabupaten Kupang”, jelas Yosef Lede.
Yosef Lede mengakui, isu efesiensi anggaran sedikit banyak akan berpengaruh pada pelayanan dari Pemerintah Kabupaten Kupang kepada masyrakat Kabupaten Kupang termasuk jemaat – jemaat GMIT, namun ia berjanji, pemerintah akan berusaha keras, agar dampak tersebut tidak terlalu besar dirasakan oleh masyarakat.
Yosef Lede juga meminta pihak GMIT untuk membantu Pemerintah Kabupaten Kupang dalam upaya pembangunannya, terutama bersama – sama pemerintah untuk terus memotivasi masyarakat untuk terus memanfaatkan semua potensi yang ada, terutama potensi pertanian, untuk dikemabangkan semaksimal mungkin untuk peningkatan kesejahteraan bersama.
“Pemerintah Kabupaten Kupang sudah berupaya untuk membantu masyarakat berusaha meningkatkan derajat kehidupannya. Kita lobi ke Pemerintah Pusat dan mendapat bantuan alsintan dalam jumlah yang masif. Baru – baru ini kita dapat bantuan untuk pembuatan 700 Hektar tanaman jambu mente yang akan kita alokasikan ke daerah potensial seperti di Fatuleu, Takari dan Amfoang,” kta Yosef Lede.
Dikatakannya Jambu mente memiliki potensi ekonominya besar, dan akan dikembangkan secara maksimal.
Pemerintah Kabupaten Kupang kata dia juga mengupayakan pengadaan 1 Juta pohon kopi dan jeruk yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di daerah Takari dan Amfoang.
“Peluang – peluang ini harus dimanfaatkan oleh masyrakat. Kami juga meminta para Pendeta untuk mendukung kami, terus motivasi jemaat untuk menanam. Jangan biarkan sejengkal tanah dibiarkan tidak ditanami,” kata Yosef Lede.
Pendeta Samuel Pandie dalam suara gembalanya mengatakan, pesidangan dalam Gereja itu adalah ibadah, oleh karena itu maka dalam sebuah persidangan termasuk juga dalam Sidang Klasis Fatuleu Timur ke-XIV Tahun 2026 harus tercipta relasi yang baik dan intens antar peserta sidang dengan Sang Maha Kuasa serta relasi yang baik antar sesama peserta sidang, sehingga menghasilakan keputusan – keputusan persidangan yang mampu meningkatkan mutu pelayanan di Klasis Fatuleu Timur.(beny)





