Iklan Google AdSense

Yanti: BPJS Kesehatan Bantu Minimalisir Biaya Berobat Anak Saya

Yoga (22) mengapresiasi adanya Program JKN di tengah-tengah masyarakat karena sangat memudahkan biaya pengobatan.
Yoga (22) mengapresiasi adanya Program JKN di tengah-tengah masyarakat karena sangat memudahkan biaya pengobatan.

“Ketika salah satu dari keluarga saya ada yang sakit, berkat BPJS Kesehatan saya sangat dibantu dari segi finansial. Apalagi jelas-jelas penyakit itu adalah salah satu hal yang datang tanpa pernah diduga,” ungkap Yanti.

KUPANG, MEDIASI NTT.COM – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Indonesia sebab mampu menjamin berbagai macam pengobatan untuk pesertanya.

Bacaan Lainnya

Iklan Google AdSense

Sebagai seorang mahasiswa yang masih menjadi tanggungan orang tuanya, Yoga (22) mengapresiasi adanya Program JKN di tengah-tengah masyarakat karena sangat memudahkan biaya pengobatan. Hal itu juga dirasakan oleh Yanti, yang merupakan ibunda Yoga.

Yanti mengatakan bahwa anaknya sudah mulai merasakan beberapa gejala yang cukup mengganggu aktivitasnya sebagai mahasiswa.

Yanti sempat mengira bahwa itu hanyalah sakit biasa. Tetapi setelah dua hari pun Yoga masih merasakan sakit yang sama sehingga Yanti memutuskan untuk membawa Yoga berobat Klinik Kartini. Karena memerlukan penanganan spesialistik, kemudian Yoga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kartini.

“Yoga bilang ke saya, dia merasakan beberapa gejala seperti nyeri atau sensasi terbakar terutama saat ingin buang air kecil. Dia juga menjadi lebih sering buang air kecil maupun rasa tidak nyaman di perut bawahnya, kadang disertai rasa nyeri. Dari hasil pemeriksaan dokter, anak saya diagnosis terinfeksi saluran kemih. Kata dokter hal itu karena kebiasaan malas minum air sehingga dehidrasi lalu muncullah batu ginjal pada saluran kencingnya,” tutur Yanti pada Senin (12/08).

Beruntung saat ini Yoga sudah selesai dioperasi. Operasinya pun dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditentukan sejak awal, tidak ada penundaan operasi. Pelayanan yang Yoga terima pun dinilainya memuaskan dan berjalan lancar sesuai dengan sebagaimana mestinya.

Menurut Yanti, walaupun keluarganya tergolong kategori mampu, tetapi dengan Yanti memiliki empat anak artinya ia masih memiliki banyak kebutuhan dan pengeluaran untuk rumah tangganya. Karenanya, keberadaan BPJS Kesehatan ini membuat Yanti merasa sangat terbantu untuk meminimalisir biaya pengeluarannya yang bisa membengkak.

“Ketika salah satu dari keluarga saya ada yang sakit, berkat BPJS Kesehatan saya sangat dibantu dari segi finansial. Apalagi jelas-jelas penyakit itu adalah salah satu hal yang datang tanpa pernah diduga,” ungkap Yanti.

Yanti menceritakan bahwa Yoga baru saja selesai dilakukan operasi saluran kencing yang disebabkan oleh batu ginjal. Selama Yoga menjalan perawatan, pemeriksaan, dan pasca-operasi, ia tetap dilayani dengan baik dan sebagaimana mestinya. Yanti pun menjelaskan bahwa selama perawatan dan pengobatan yang sudah diterima sampai hari ketiga anaknya di rawat inap sudah sangat baik. Yanti juga merasa beruntung karena bisa turut memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan.

“Tim medis, termasuk dokter dan perawat sudah menunjukkan profesionalisme dan kepedulian yang tinggi. Dulu, penggunaan BPJS Kesehatan seringkali dianggap tidak adil karena perbedaan dalam kualitas pelayanan dan akses yang diberikan kepada peserta.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, ada berbagai kebijakan dan perbaikan yang terus dilakukan BPJS Kesehatan sehingga layananya kini semakin baik,” ujar Yanti mengakhiri perbincangan.

Sebagai informasi, berbagai inovasi berbasis digital telah dihadirkan BPJS Kesehatan untuk memudahkan peserta dalam mendapatkan pelayanan. Optimalisasi Aplikasi Mobile JKN misalnya.

Aplikasi tersebut terus diperbarui dengan beragam fitur inovatif, termasuk i-Care JKN, yang memungkinkan petugas medis menelusuri riwayat kesehatan peserta dalam satu tahun terakhir. Fitur ini memudahkan koordinasi antar dokter dan memberikan perawatan yang lebih komprehensif.

Selain itu, adanya fitur baru seperti telekonsultasi, skrining riwayat kesehatan, antrean online juga diyakini mampu menjadi solusi atas pelayanan yang diakses peserta. Kemudian, adanya layanan administrasi non tatap muka berbasis digital pun tak luput dari BPJS Kesehatan.

Pelayanan Adminsitrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), Voice Interractive JKN (VIKA) hingga BPJS Kesehatan Care Center 165 juga menjadi alternatif bagi peserta yang ingin mengakses pelayanan kesehatan secara mudah.  (ok/fr)

 

Iklan Bersponsor Google

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *