Petugas Kepolisian Manggarai Barat Kawal Logistik Pemilu Hingga Wilayah Pedalaman

Perjuangan petugas kepolisian dalam mengawal distribusi logistik Pemilu ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. (Foto Humas Polres Mabar)
Perjuangan petugas kepolisian dalam mengawal distribusi logistik Pemilu ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. (Foto Humas Polres Mabar)
banner 468x60

“Desa ini berjarak sekitar 150 kilometer kurang lebih ya dari ibu kota Labuan Bajo. Jadi memang butuh perjuangan extra untuk para anggota yang melakukan pengawalan saat pendistribusian surat suara,” ujar Ajun Komisaris Besar Polisi itu.

LABUAN BAJO MEDIASI NTT.COM – Perjuangan petugas kepolisian dalam mengawal distribusi logistik Pemilu ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, menjadi suatu tantangan bagi para petugas.

Read More
banner 300250

Para petugas harus menempuh medan yang sangat sulit untuk mencapai lokasi yang dituju.

Seperti saat mengantarkan kotak dan surat suara ke Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/02/2024) lalu.

Untuk bisa mencapai Desa Nanga Bere para petugas ini harus berjalan kaki membawa satu per satu logistik pemilu menuju muara Sungai Wae Ara, kemudian untuk sampai ke tujuan mereka harus menggunakan perahu dengan gelombang Laut Sawu yang cukup kuat.

Hal ini dilakukan karena jalur laut ini merupakan akses satu-satunya yang dinilai paling cepat untuk menuju Desa Nanga Bere.

Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, kondisi desa tersebut hanya bisa dicapai menggunakan perahu. Petugas harus menempuh perjalanan 3 jam menggunakan perahu untuk sampai ke lima TPS yang berada di sana.

“Jadi memang Desa Nanga Bere itu hanya bisa diakses menggunakan perahu. Tapi bersyukur kondisi arus saat pendistribusian kemarin dalam keadaan tenang,” kata Kapolres Mabar saat dikonfirmasi pada Rabu (14/02/2024) Pagi.

Ia melanjutkan bahwa pengiriman logistik pemilu itu berjalan lancar. Seluruh logistik tersebut kini telah sampai ke TPS dalam kondisi baik.
“Guna mengantisipasi adanya kerusakan, kami harus memegang kotak itu agar tidak terjatuh ke laut. Saat dibawa juga kotak dilapisi plastik biar tidak basah,” ungkap Alumni Akpol angkatan 2004 itu melalui pesan aplikasi WhatsApp.

“Pengiriman logistik tersebut juga bersama Panwascam, PPS, PKD, dan PTPS. Kalau kami statusnya cuma pengamanan saja. Karena memang kondisi jarak dan medan di sana cukup sulit karena melewati perairan,” tambahnya.

Mantan Kapolres Alor itu menuturkan, Desa Nanga Bere yang berada di Kecamatan Lembor Selatan ini berjarak kurang lebih ratusan kilometer dari Labuan Bajo yang merupakan pusat Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat.

“Desa ini berjarak sekitar 150 kilometer kurang lebih ya dari ibu kota Labuan Bajo. Jadi memang butuh perjuangan extra untuk para anggota yang melakukan pengawalan saat pendistribusian surat suara,” ujar Ajun Komisaris Besar Polisi itu.

Orang nomor satu di Polres Manggarai Barat itu memastikan kondisi keamanan di Desa Nanga Bere, aman hingga proses pemilu selesai.

“Walaupun disana, mulai dari jalur transportasi darat hingga jaringan listrik maupun sarana prasarana pendukung lainnya belum cukup memadai, namun dipastikan proses pemilu di Desa Nanga Bere dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” jelasnya. (BEN/*)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *