Dirut Bank NTT Beberkan Keberhasilan Digitalisasi UMKM Di NTT

Jumat, 17 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPECIAL DIALOG. Direktur Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu (kiri) saat memandu live talk show di studio Beritasatu TV Jakarta, Kamis (16/6) petang. Hadir Bayu Prawira Hie (tengah) yang adalah Digital Tranformation Expert, serta Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kanan). Sementara mengikuti secara daring, Wiweko Probojakti yang adalah Direktur TI, Konsumer dan Jaringan BPD Jawa Tengah.
Foto: Humas Bank NTT

SPECIAL DIALOG. Direktur Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu (kiri) saat memandu live talk show di studio Beritasatu TV Jakarta, Kamis (16/6) petang. Hadir Bayu Prawira Hie (tengah) yang adalah Digital Tranformation Expert, serta Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kanan). Sementara mengikuti secara daring, Wiweko Probojakti yang adalah Direktur TI, Konsumer dan Jaringan BPD Jawa Tengah. Foto: Humas Bank NTT

“Kami memantaunya dari kanal-kanal pembayaran ada peningkatan yang sangat signifikan. Trend kita menunjukkan pertumbuhan yang hampir mencapai 30 persen dan kita melihat adanya prospek yang sangat baik,”tegas Harry Alexander Riwu Kaho.

JAKARTA, MediasiNTT.Com – Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kamis (16 Juni 2022), diundang hadir dalam Special Dialog, sebuah acara yang didesain khusus oleh manajemen Beritasatu TV Jakarta, untuk menampilkan tokoh-tokoh nasional yang geliatnya menginspirasi negeri.

Sembilan hari yang lalu, Primus Dorimulu, Direktur Beritasatu Media Holdings, yang juga presenter dalam program ini, menghadirkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri dalam topik Firli Menjawab Keraguan Publik.

Disana selama 50.36 menit Firli berbicara mengenai strateginya memberantas korupsi. Program ini juga panggung yang disiapkan untuk tokoh nasional yakni kepala negara hingga para menteri.

Sementara pada Kamis petang , Primus mendatangkan tiga narasumber berkelas, yang membahas sebuah topik special, yakni ‘Digitalisasi Bank untuk mendukung UMKM Provinsi’. Yang membanggakan adalah, Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho diundang hadir mewakili sederetan pemimpin perusahaan daerah (BPD) di Indonesia, dalam program yang disiarkan secara live dari studio Berita Satu TV, Kamis pukul 16.00-17.00 Wita.

Hadir bersama Alex dalam live talkshow di studio, Primus Dorimulu sebagai presenter dan Bayu Prawira Hie yang adalah Digital Tranformation Expert, sedangkan mengikuti secara daring, Wiweko Probojakti yang adalah Direktur TI, Konsumer dan Jaringan BPD Jawa Tengah.

Sebagai pengantar, Primus melontarkan pertanyaan mengenai apakah digitalisasi perbankan sudah menjadi kebutuhan nasabah ataukah belum, serta bagaimana prospek digitalisasi UMKM di NTT. Dijawab oleh Alex bahwa dunia sudah familiar dengan digitalisasi, berbeda dengan NTT yang karena kondisi topografi serta geografis bebeda-beda.

Namun ini bukan kendala karena merupakan tantangan bagi sektor perbankan seperti Bank NTT untuk menyiasatinya. Bank NTT lalu secara masif berkolaborasi dengan semua pihak.

“Sehingga digitalisasi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak termasuk UMKM. Pandemi COVID menghantam fondasi ekonomi NTT dari level normal dari sebelumnya terkoreksi normal, hampir minus.
Namun dalam kerja-kerja bersama dalam spirit yang sama, untuk membangun kembali fundamental ekonomi berbasis UMKM maka kolaborasi menjadi sebuah strategi untuk membangun sebuah ekosistem yang dalam ekosistem itu digitaliasi bisa dilakukan secara inklusi dengan berbagai pihak termasuk UMKM,”tegas Alex.

Memang digitalisasi membutuhkan kerja keras, sehingga Bank NTT pada 2019 melakukan review dan kajian untuk segera beradaptasi dengan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Ketika BI menghadirkan terobosan sistem pembayaran yang lebih modern, yakni penerapan QRIS ini menjadi salah satu terobosan untuk gaya atau model digitalissi yang akan berkembang.

“Bank NTT segera melakukan upgrade core banking sehingga bisa mengakomodir potensi-potensui peluang di kemudian hari. Setelah itu tahapan berikutnya adalah mereviwe tenaga-tenaga IT baik special hire maupun organik untuk mampu mendesain program-program yang berbasis potensi unggulan di NTT. Karena jika Bank NTT mau bersaing namun jika tak memiliki karakteristik yang kuat, maka akan tergerus dan tenggelam,”tegas Alex menambahkan produk dan layanan yang disiapkan oleh Bank NTT seperti melakukan diversifikasi produk, pendekatan-pendekatan yang tepat untuk usaha-usaha yang berbasis potensi lokal.

Dia bersyukur karena masyarakat mau beradaptasi. Apalagi dengan ratio elektronik dan ratio kelistrikan di NTT yang mulai membaik, membuat habid berubah dengan cepat termasuk masyarakat di pedesaan.

Alex merinci, setidaknya 6.000 UMKM binaan Bank NTT yang sudah bisa menggunakan layanan digital. Ini mengacu pada meningkatnya transaksi-transaksi digital dari hari ke hari. Ada beberapa kegiatan yang dihadirkan untuk mendukung digitalisasi terhadap layanan perbankan seperti Festival Desa Binaan Festival PAD dimana seluruh peserta sudah harus familiar dengan transaksi digital.

“Kami memantaunya dari kanal-kanal pembayaran ada peningkatan yang sangat signifikan. Trend kita menunjukkan pertumbuhan yang hampir mencapai 30 persen dan kita melihat adanya prospek yang sangat baik,”tegas Alex yang menambahkan saat ini Bank NTT memiliki kurang lebih 9.000 agen digital sejak 2019-2022 sebuah lompatan eksponensial untuk pertumbuhan yang sangat luar biasa karena mereka punya modal sendiri dan bisa mempergunakan jasa layanan bank untuk berkreasi.

Mereka pun bisa mengembangkan pola pembayaran yang ada. Ada Agen Dia Bisa, dikembangkan ke Lopo Dia Bisa, lalu Lopo Dia Bisa ini kombine antara agen DIA Bisa dan UMKM yang ada sehingga disitulah marketplace itu ada karena mereka mengupload setiap produknya. Bank NTT memfasilitasi mereka dengan membuatkan E-Katalog.

“Untuk menjaga sustainable, maka kita terus mengembangkan keahlian warga, seperti packaging diperindah. Lewat kerjasama dengan Dekranasda, kita berkolaborasi sehingga lebih berkualitas dan layak di pasar. Seperti kolaborasi dengan KADIN NTT, UMKM kita menembus pasar di Singapura, Timor Leste dan sebagainya,”ujar Alex.

Pihaknya bersyukur karena NTT memiliki gubernur, bupati dan kepala daerah yang sangat peduli serta punya komitmen yang kuat misalnya untuk pemenuhan modal inti minimum yang mana semua sudah komit gar pada tahun 2023, pemenuhan modal inti ini terpenuhi Rp 3 Triliun.

Alex berkesimpulan bahwa dari sisi industri perbakan, apa yang sudah dilakukan oleh regulator dan tuntutan market itu tidak masalah. Namun dari sisi lain untuk menghidupkan sustainable perbankan dimana ada konsumer dan konsumer itu adalah UMKM, maka salah satu yang harus dilakukan oleh regulasi apalagi untuk daerah seperti NTT, yakni harus diberlakukan semacam relaksasi dalam regulasi sehingga merangsang pertumbuhan-pertumbuhan UMKM lebih bergairah. Jika regulasi diterapkan secara umum tentu sulit sehingga dibutuhkan perlakuan khusus.

Sementara itu Bayu Prawira Hie saat itu mempertegas bahwa memang BPD dimiliki oleh Pemda dengan sasaran adalah ASN. Hal ini bagus dan menjadi modal income yang reguler namun dia menyarankan agar jangan lupa bahwa misi sebuah BPD adalah menjadi agen pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu adalah tepat jika bank mulai menyasar sektor UMKM.

“BPD ini benar-benar harus merangkul masyarakat, selain karena misinya, juga agar mereka bisa berkembang serta terciptanya keeratan BPD dengan masyarakat. BPD harus membangun sentimen dari masyarakat sehingga mereka pun mau agar banknya harus lebih bagus. Ini tugas bagi BPD. Agar BPD tidak saja menyasar kredit konsumtif namun produktif,”pungkasnya. (Gige)

Berita Terkait

BI Kupang Gelar FCE 2026 Bangkitkan UMKM NTT
Perkuat Ekosistem Kampus, Undana Gelar Pontuak Festival 2026
PLN Perkuat Mutu Pelayanan Kelistrikan Di Pulau Sumba
Undana Bahas Perdagangan Bebas Indonesia-Timor Leste
Sambut Hari Pelanggan Nasional, PLN Pastikan Tanpa Gangguan Jaringan
PLN Bergerak Cepat Perbaiki Gardu Induk Flores Demi Pulihkan Kelistrikan
Pertamina Patra Niaga NTT Kirim Bantuan Logistik melalui Jalur Laut
Lembaga Penyaluran BBM Di Pulau Flores Tidak Terdampak Gempa

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 06:25

BI Kupang Gelar FCE 2026 Bangkitkan UMKM NTT

Senin, 14 September 2026 - 23:14

Perkuat Ekosistem Kampus, Undana Gelar Pontuak Festival 2026

Senin, 14 September 2026 - 00:35

PLN Perkuat Mutu Pelayanan Kelistrikan Di Pulau Sumba

Jumat, 11 September 2026 - 02:32

Undana Bahas Perdagangan Bebas Indonesia-Timor Leste

Senin, 7 September 2026 - 03:05

Sambut Hari Pelanggan Nasional, PLN Pastikan Tanpa Gangguan Jaringan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:45

Pulau Timor

Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT

Senin, 5 Okt 2026 - 20:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan

Senin, 5 Okt 2026 - 01:21

Undana siapkan fasilitas pendidikan darurat di lokasi bencana gempa bumi di Pulau Flores.

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Siapkan Fasilitas Pendidikan Darurat Bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 2 Sep 2026 - 08:20

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:08

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Kepimpinan Polda NTT Resmi Dijabat Irjen Reza Arif Dewanto

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:21

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Mengakhiri Masa Tugas Di NTT, Komjen Rudi Darmoko Resmikan 33 Sumur Bor

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:13

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Tim Voli OJK Gebuk FKIP Undana Dalam Turnamen SMSI Cup 3-0

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:51