Politisi Perempuan Di DPRD Jangan Hanya Jadi “Vas Bunga”

Senin, 18 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembina Kaukus Perempuan Politik (KPP) Provinsi Bali Putri Suastini Koster saat membuka diklat Sekolah Perempuan Berdikari di Denpasar, Jumat (15/4/2022). (IST)

Pembina Kaukus Perempuan Politik (KPP) Provinsi Bali Putri Suastini Koster saat membuka diklat Sekolah Perempuan Berdikari di Denpasar, Jumat (15/4/2022). (IST)

“Saya berharap dengan hadirnya diklat sekolah ini akan lahir perempuan perempuan yang terisi pemikirannya, memiliki kapasitas, loyalitas dan integritas tinggi kepada bangsa dan negara,” kata Putri Koster .

Denpasar, MediasiNTT.Com – Pembina Kaukus Perempuan Politik (KPP) Provinsi Bali Putri Suastini Koster meminta kaum perempuan di Pulau Dewata tidak hanya menjadi “vas bunga” atau berperan sebagai penghias ketika menjadi anggota DPRD.

“Kaum perempuan yang terjun ke dunia politik dan masuk dalam parlemen agar dapat berkontribusi aktif,” kata Putri Koster saat membuka acara Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Perempuan Berdikari Angkatan I di Denpasar, Jumat.

Istri Gubernur Bali itu mendorong kaum perempuan yang duduk di lembaga legislatif agar dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam pengambilan keputusan.

“Saya berharap dengan hadirnya diklat sekolah ini akan lahir perempuan perempuan yang terisi pemikirannya, memiliki kapasitas, loyalitas dan integritas tinggi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Dengan adanya diklat Sekolah Perempuan Berdikari itu, diharapkan dapat memberi bekal kepada kader perempuan di daerah yang memiliki kemampuan, bakat untuk pengembangan wawasan dan keterampilan khusus.

“Ini sangat sejalan dengan konsep Trisakti yang diwariskan oleh Bapak Proklamator kita, Bapak Soekarno, bahwa sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat perlu dan mutlak memiliki tiga hal. berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Selain itu, Putri Koster berharap Sekolah Berdikari tersebut dapat meneladani sikap-sikap Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi di Nusantara.

“Peran perempuan juga sangatlah penting di tengah masyarakat dan terutama di dalam keluarga, karena perempuan atau seorang ibu merupakan benteng keluarga,” katanya.

Untuk itu, seorang ibu jangan sampai meninggalkan peran domestiknya (merawat anak, mengurus keluarga) meskipun ibu terjun ke dalam dunia politik ataupun bekerja.

“Ketika seorang ibu tidak hadir dengan kuat menjalankan fungsi domestiknya, maka bahaya akan mengancam generasi penerus kita seperti narkoba, pergaulan bebas dan keluarga bisa kehilangan kompas/arah,” ujar Putri Koster.

Sementara itu, Ketua Kaukus Perempuan Politik Provinsi Bali I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS menyampaikan diklat Sekolah Perempuan Berdikari tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran Sekolah Perempuan Berdikari pada 8 Maret 2022.

Acara pendidikan dan pelatihan Sekolah Perempuan Berdikari akan dilaksanakan dari 15-17 April 2022.

“Tujuan dari sekolah ini adalah membentuk kader-kader perempuan bagi pembangunan di daerah. Mewujudkan kesetaraan gender dalam bentuk aksi nyata serta beberapa tujuan lainnya,” katanya.

Peserta pelatihan sebanyak 50 orang dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Materi yang disampaikan dalam diklat sebanyak 13 materi dari narasumber yang profesional.

Diantaranya menghadirkan Helga Rif yang akan menyampaikan materi terkait belajar refleksi diri lewat penulisan, dan “public speaking” yang akan dibawakan oleh Dwi Verayanti, dan beberapa materi penting lainnya. (rIa)

Berita Terkait

505 Orang Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Retret Di Magelang Selama Sepekan
Peran Strategis Pembesar Partai Politik di Nusa Tenggara Timur: Antara Retorika dan Realitas Pembangunan
Pj Bupati Dan Calon Bupati Kupang Terpilih Hadir Perayaan HUT Klasis Fatuleu Barat
PJ.Bupati Kupang Bersama Forkopimda Pantau Pelaksanaan Pilkada
PDIP Siapkan Ratusan Saksi Kawal Suara Jeriko-Adinda di Seluruh TPS
Kisah Simon Petrus Kamlasi Tidur Di Rumah Warga Pedalaman Di NTT
SMSI Apresiasi Komitmen Jajarannya Jaga Independensi dan Kedamaian Pemilu 2024
KPU Distribusi Logistik Pemilu 2024 Untuk 1.205 TPS Di Kota Kupang

Berita Terkait

Senin, 10 Februari 2025 - 03:54

505 Orang Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Retret Di Magelang Selama Sepekan

Minggu, 5 Januari 2025 - 12:47

Peran Strategis Pembesar Partai Politik di Nusa Tenggara Timur: Antara Retorika dan Realitas Pembangunan

Senin, 2 Desember 2024 - 10:34

Pj Bupati Dan Calon Bupati Kupang Terpilih Hadir Perayaan HUT Klasis Fatuleu Barat

Rabu, 27 November 2024 - 06:04

PJ.Bupati Kupang Bersama Forkopimda Pantau Pelaksanaan Pilkada

Sabtu, 23 November 2024 - 03:23

PDIP Siapkan Ratusan Saksi Kawal Suara Jeriko-Adinda di Seluruh TPS

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:34

Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:49