Sekda Manggarai Minta Warga Dukung Penanganan Bagi ODGJ

Perayaan ekaristi Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) 2022 dipimpin oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat
banner 468x60

“Pada saat yang sama, sebagai orang beriman, doa-doa dan harapan kita tetap dilambungkan pada Tuhan, Sang Penyembuh sejati,” kata Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat.

Ruteng, MediasiNTT.Com – Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Drs. Jahang Fansi Aldus minta dukungan semua masyarakat daerah itu dalam membantu penanganan bagi Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ)

Hal itu dikatakan Sekda Jahang Fansy Aldus saat menghadiri Perayaan Ekaristi Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) 2022 Keuskupan Ruteng, di Gereja Paroki St. Mikael Beanio, Jumat (11/2).

Perayaan ekaristi tersebut dipimpin oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Drs. Jahang Fansi Aldus dalam sambutannya menyampaikan bahwa Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia adalah momentum penting bagi semua pihak untuk memberi perhatian lebih kepada orang sakit.

Sekda Fansi Jahang juga mengungkapkan bahwa perayaan ini bukan hanya untuk orang sakit tetapi adalah perayaan seluruh umat.

“Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia adalah momen kita semua: yang sedang sakit, yang sehat, yang merasa hidupnya baik-baik saja, yang duduk di pemerintahan, yang bekerja di sektor swasta, dan gereja sebagai hirarki,” tuturnya.

Dirinya mengapresiasi langkah Keuskupan Ruteng melalui Komisi Kesehatan yang telah menjalankan ketetapan Paus Fransiskus untuk merayakan ekaristi peringatan Hari Orang Sakit Sedunia tahun 2022 ini pada tanggal 11 Februari 2022 di Paroki St. Mikael Beanio. Menurutnya, langkah tersebut adalah bukti keberpihakan gereja lokal Keuskupan Ruteng kepad amereka yang menderita, tertindas, dan memerlukan pertolongan (pro-poor); termasuk tentu saja orang-orang sakit.

“Dalam bahasa yang sedikit berbeda tetapi sesungguhnya bermakna sama, pemerintah dalam kerja-kerja pembangunannya haruslah berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi salah satu isu penting dalam perumusan rencana pembangunan,” ungkap Sekda Manggarai.

Ia berharap agar kerja kolaboratif antara Keuskupan Ruteng dan Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam penanganan bidang kesehatan ini semakin terjalin dengan baik.

Di akhir sambutannya, Sekda Fansi Jahang meminta perhatian semua pihak pada isu-isu kesehatan, mulai dari upaya pencegahan penularan Covid-19 hingga penanganan ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa yang menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai saat ini.

Kita semua diharapkan terlibat dalam upaya penanganan ODGJ ini, dengan cara kita masing-masing. Yang paling utama adalah menjadi masyarakat yang inklusif; masyarakat yang tidak memperlakukan ODGJ dengan semena-mena, masyarakat yang men-support keluarga ODGJ dan bukan malah mencemooh atau menghindari mereka,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Drs. Jahang Fansi Aldus.

Sementara itu Uskup Ruteng, Mgr.Siprianus Hormat mengungkapkan bahwa sakit dan derita bukan sebatas peristiwa atau keadaan ‘tunggal’ yang hanya dialami oleh orang-orang yang sakit tetapi merupakan peristiwa sosial, yang menyentuh kehidupan kita manusia sebagai makhluk sosial.

“Praktisnya, orang sakit atau orang yang menderita itu menggerakkan kita atau saudara-saudaranya untuk bersikap, untuk bertindak, untuk berbuat sesuatu, untuk mengambil jalan keluar,” ungkapnya.

Ditambahkannya, rasa solider yang mendalam terhadap orang sakit dan menderita haruslah dilihat sebagai jembatan hati yang mesti kita lewati untuk mencapai orang-orang yang sakit dan menderita.

“Pada saat yang sama, sebagai orang beriman, doa-doa dan harapan kita tetap dilambungkan pada Tuhan, Sang Penyembuh sejati,” kata Uskup Ruteng yang juga mengajak seluruh umat untuk merenungkan bahwa sakit itu adalah pengalaman manusiawi.

“Kita manusia ini terlalu rapuh, lemah dan rentan. Adakah orang tetap awet muda sepanjang hidupnya? Adakah orang yang selalu segar bugar sepanjang hidupnya? Ada saatnya di mana kita mesti membawa kisah penderitaan dan sakit tak berdaya kita pada penderitaan, kelemahan serta ketakberdayaan Tuhan yang tersalib,” kata Mgr. Sipri.

Perayaan Hari Orang Sakit Sedunia tingkat Keuskupan Ruteng tahun ini diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan: Perayaan Ekaristi Khusus Orang Sakit ke-30 di Paroki Beanio, Pengurapan Minyak Orang Sakit bagi semua umat yang mengikuti perayaan ekaristi tersebut, serta Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi umat Paroki Beanio; seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2022.

Selain itu, juga dilaksanakan Bakti Sosial berupa “Donor Darah untuk Kemanusiaan” di Aula Missio, Unika St. Paulus Ruteng pada hari Sabtu, 12 Februari 2022. (una)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.